Bola

Ajax 2-3 Tottenham: Musim Ajaib

TANPA pemain baru, Tottenham Hotspur mampu bersaing di empat besar Liga Inggris dan mencapai final Liga Champions. Tottenham menatap sebuah musim yang ajaib.

Tottenham melawat ke markas Ajax dengan defisit gol usai kalah 0-1 di semifinal leg I. Bertandang ke Stadion Johan Cruyff, Kamis (9/5) dinihari, Spurs tertinggal dua gol di babak pertama setelah gawangnya dijebol Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech.

Pasca restart Tottenham bangkit setelah Lucas Moura mencetak dua gol dalam waktu lima menit untuk menyeimbangkan agregat. Tottenham melengkapi penampilan sensasionalnya setelah Moura menggetarkan gawang Ajax di akhir injury time untuk menang 3-2, sekaligus lolos dengan keunggulan produktivitas gol tandang.

Tidak bisa dipungkiri bahwa sukses Tottenham ini di luar dugaan. Pasalnya the Lilywhites tidak merekrut pemain baru di dua jendela transfer, bahkan kehilangan bombernya Harry Kane sejak awal bulan lalu.

Tottenham juga hampir pasti mengamankan posisi empat besar di Liga Inggris. Meski sempat menderita tujuh kekalahan dari 11 laga terakhirnya, Spurs duduk manis di posisi empat klasemen dengan keunggulan tiga poin dari rival terdekatnya Arsenal ketika kompetisi tinggal menyisakan satu pertandingan plus superior dalam selisih gol.

“Saya pikir ini adalah salah satu malam terpenting dalam hidup saya. Bagaimana pertandingannya berakhir, segala hal yang sudah terjadi, di babak pertama, bagaimana kami berencana untuk bermain, bagaimana rencananya gagal setelah tiga menit ketika kami kebobolan gol, dan saya pikir segalanya menakjubkan,” kata manajer Tottenham Mauricio Pochettino usai pertandingan di FourFourTwo.

“Hal terpenting yang ingin saya katakan adalah selamat untuk para pemain saya. Bagi saya mereka adalah pahlawan, saya pikir mereka sekarang adalah para pahlawan super. Bisa mengantarkan klub ke final Liga Champions, saya pikir ini nyaris seperti sebuah keajaiban,” cetus dia.

“Tidak ada yang percaya dengan kami dari awal musim ini. Kami hampir mencapai empat besar dan punya peluang di Madrid untuk bermain di final melawan Liverpool,” lanjut manajer kebangsaan Argentina itu.

Jalan pertandingan

Ajax langsung bermain agresif sejak menit awal. Pada menit keempat Hugo Lloris harus susah payah menepis sepakan Dusan Tadic yang membentur Danny Rose dan berujung korner.

Dari situasi sepak pojok itu, Ajax mencetak gol yang membawa mereka unggul 1-0. Bola dilayangkan ke tengah kotak penalti, De Ligt lepas dari penjagaan Kieran Trippier dan mengungguli Dele Alli untuk menanduk bola ke jala Lloris.

Dua menit berselang, Spurs nyaris menyamakan skor setelah Son Heung-Min melepaskan sepakan yang bisa melewati hadangan Andre Onana, tapi bola menghantam tiang.

Ajax relatif menguasai pertandingan sampai menit ke-20 dan Spurs setelanya perlahan mampu lepas dari tekanan. Kombinasi Lucas Moura, Son, dan Alli beberapa kali mampu menembus pertahanan Ajax.

Satu peluang didapat Christian Eriksen pada menit ke-24 tapi bola sepakannya mengarah tepat ke pelukan Onana.

Ajax nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-30. Tadic mendapat bola dari Donny van de Beek dan masuk ke kotak penalti. Dia melewati adangan Toby Alderweireld dan menembak dari sudut sempit, namun bola masih melenceng tipis.

Lima menit berselang, Ajax tak membuang kesempatan untuk menggandakan skor lewat Ziyech. Serangan cepat ke pertahanan Spurs dan Tadic menjadi orang terakhir yang memegang bola. Umpan tarik dilepaskan ke kotak penalti dan kaki kiri Ziyech menuntaskannya ke pojok kiri gawang Lloris.

Hingga babak pertama berakhir, keunggulan 2-0 Ajax tak berubah.

Masuk di babak kedua, Spurs memasukkan Fernando Llorente menggantikan Victor Wanyama untuk mempertajam lini serang. Hasilnya Spurs lebih mendominasi pertandingan di babak ini dan membuat Ajax dalam tekanan.

Spurs mampu memangkas ketertinggalan pada menit ke-55 lewat Lucas Moura. Danny Rose merangsek dari sisi kiri dan mengirimkan bola kepada Alli. Alli melakukan kombinasi 1-2 dengan Lucas di depan kotak penalti, sebelum mengoper kepada nama terakhir untuk dikonversi jadi gol.

Skor jadi sama 2-2 pada menit ke-59 sekaligus menghidupkan peluang Spurs untuk lolos. Diawali sepakan Llorente yang ditepis Onana dari jarak dekat, bola liar mampu direbut Lucas dan dia mampu menjaganya sebelum menyepaknya ke sudut kanan gawang.

Pada menit ke-64, Ajax nyaris bikin gol gol andaikan sepakan Ziyech di depan kotak penalti meneruskan umpan silang Tadic tak melebar.

Laga makin memanas dan tekel-tekel berterbangan di antara para pemain. Spurs dan Ajax sama-sama ngotot mencari gol ketiga di laga ini yang bisa memastikan langkah ke final.

Pada menit ke-74 Aldeweireld menanduk bola korner Kieran Trippier tapi bola masih melebar. Di menit ke-79 pendukung Spurs dibuat deg-degan ketika sepakan Ziyech dari luar kotak penalti menerpa tiang.

Vertonghen mendapat dua peluang beruntun pada menit ke-85 dari situasi sepak pojok. Bola ditanduk Vertonghen tapi bisa ditepis Onana dan bola rebound disambar Vertonghen meski ada bek Ajax yang menghalau di depan gawang.

Spurs masih menguasai bola dan mendapat peluang semenit setelahnya tapi sepakan Son dari pinggir masih melayang di atas mistar.

Pada injury time, Ajax nyaris bikin gol lagi andaikan sepakan Ziyech tak ditepis oleh Lloris. Tak lama setelah peluang itu, Lucas membungkam pendukung tuan rumah lewat gol ketiganya yang juga membawa Spurs unggul 3-2 pada menit ke-96.

Dari serangan balik Spurs, lini pertahanan Ajax mampu menghalaunya dan bola liar jatuh di kaki Lucas yang mengirimkan bola ke tiang jauh tanpa bisa dihalau Onana. Itu jadi gol terakhir di laga ini dan Spurs yang di ujung tanduk malah lolos ke final menantang Liverpool 1 Juli mendatang. (dc/int)

USI