Berita

Wisuda Mahasiswa STIE Sultan Agung: Siapkan Sumber Daya Unggul Hadapi Revolusi Industri 4.0

SIANTAR, FaseBerita.ID – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sultan Agung Dr Darwin Lie SE MM mengatakan, Revolusi Industri 4.0 yang sudah merambah ke semua sektor kehidupan harus disikapi dengan arif karena telah mengubah peradaban manusia secara fundamental.

Untuk itu diperlukan dosen yang professional. Yakni dosen yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang supercepat demi meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dengan kompetensi global.

Demikian diungkapkannya dalam pidato wisuda di depan 150 wisudawan-wisudawati dan keluarganya, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD, Ketua Yayasan Perguruan Sultan Agung dan jajarannya, Asisten I Pemko Leo Simanjuntak SH MHum yang mewakili Walikota Pematangsiantar, Anggota DPRD Siantar Rizki Ananda Sitorus SE, Wakapolres Pematangsiantar Kompol Amakhoita Hia, pimpinan instansi pemerintah sipil dan militer, pimpinan Bank Indonesia, BUMN dan bank swasta lainnya, pimpinan perguruan tinggi yang ada di Siantar-Simalungun dan para tamu lainnya.

Acara wisuda digelar di Aula Yayasan Perguruan Sultan Agung, Sabtu (28/9/2019) lalu.

Lebih lanjut Darwin mengatakan, dalam implementasi paradigma itu, dalam bidang akademik, kurikulum STIE Sultan Agung terus disempurnakan sesuai perkembangan peraturan perundangan di bidang pendidikan serta memerhatikan isu-isu global, otonomi daerah, tuntutan profesi, perubahan lingkungan kerja, kompetensi lulusan, serta program pemerintah daerah yang dilandasi empat landasan pendidikan Unesco PBB, yaitu Learning To Know, Learning To Do, Learning To Be dan Learning To Live Together in peace and harmony.

Di bidang organisasi dan kelembagaan, STIE Sultan Agung sedang berupaya meningkatkan kinerja manajerial dengan penyempurnaan organisasi dan metoda kerja. Hal ini diimplementasikan melalui penyempurnaan organsisasi program studi dan kelembagaan mahasiswa secara berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan selain sebagai pusat ilmu pengetahuan, STIE Sultan Agung juga sebagai pusat pelatihan bagi mahasiswa untuk berorganisasi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan yang kompetitif dan berkompetensi serta berbudi pekerti.

“Selain upaya-upaya itu, STIE Sultan Agung juga sudah membentuk Lembaga Penjaminan Mutu yang saat ini telah mempersiapkan dan memberlakukan 48 standard mutu dalam bentuk dokumen mutu seperti manual mutu, manual prosedur, kompetensi lulusan, dan sebagainya. STIE Sultan Agung melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat juga saat ini bekerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi dan lembaga-lambaga lainnya. Salah satunya adalah Bank Indonesia Kantor Perwakilan Pematangsiantar untuk melakukan survei harga pasar setiap bulannya. Hasil dari survei itu diserahkan ke Bank Indonesia untuk kepentingan pengendalian inflasi,” katanya.
Menurutnya, saat ini STIE Sultan Agung telah memperoleh akreditasi B dari BAN PT untuk program studi sarjana akuntansi dan sarjana manajemen, serta telah memperoleh akreditasi institusi.

“Saat ini STIE Sultan Agung juga sedang mengusulkan pembukaan program studi Strata Dua (Magister Ilmu Manajemen),dengan harapan dalam waktu dekat program tersebut sudah dapat izin dari Kemenristek Dikti. Pada saat bersamaan kita juga sedang menganalisis pembukaan prodi strata satu / sarjana yang baru, yang relevan dengan prodi yang sudah ada dan merubah wujud menjadi Institut,” jelas Darwin diiringi tepuk tangan hadirin.

Untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIE Sultan Agung telah menerbitkan jurnal ilmiah dengan nama Sultanist sebagai jurnal institusi, Jurnal Maker sebagai jurnal Prodi Manajemen dan Jurnal Finansial sebagai jurnal Prodi Akuntansi secara online.

“Dengan jurnal ini, kami berharap penelitian mahasiswa, dosen dan civitas akademika lainnya dapat terpublikasi kepada masyarakat dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat bangsa dan negara.”

Disebutkan, STIE Sultan Agung berdiri sejak 27 Oktober 2000 dengan Surat Keputusan Mendiknas Nomor 227/D/O/2000 dan saat ini mengasuh empat program studi, yaitu Program S1 Manajemen, Program S1 Akuntansi, Program D3 Akuntansi dan Program D3 manajemen Pemasaran. Seluruh program studi itu telah berstatus terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi ( BAN-PT ). Mempunyai jumlah mahasiswa aktif 1.466 orang dan diasuh oleh 52 orang dosen tetap, dengan strata pendidikan S2 sebanyak 44 orang dan S3 sebanyak 8 orang. Hingga hari ini STIE Sultan Agung telah menghasilkan 2.009 lulusan yang terdiri dari Sarjana S1 Manajemen 953 orang, Sarjana S1 Akuntansi sebanyak 792 orang.

“Kepada para wisudawan-wisudawati, dalam menerima nikmat lulus sebagai sarjana saya ucapkan selamat dan memesankan tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Mudah-mudahan akan ditambahkan nikmat kepada saudara-saudara.”

“Berterima kasihlah kepada orangtua yang telah mendidik dan menyekolahkan saudara-saudara hingga tamat dan menjadi sarjana pada hari ini. Berbaktilah kepada keluarga, nusa, bangsa dan agama yang saudara anut. Berterima kasihlah kepada seluruh staf pengajar dan staf administrasi yang telah membimbing saudara selama ini dan junjung tinggilah almamater STIE Sultan Agung Pematangsiantar.”

Baca juga: Sebanyak 150 Mahasiswa STIE Sultan Agung Wisuda

Sementara itu Ketua Yayasan Perguruan Sultan Agung Hasan Wijaya yang diwakili Seksi Pendidikan John Lidia SPd dalam sambutannya mengungkapkan, menghadapi revolusi industri 4.0 kita harus memperkuat literasi lama yang hanya mengandalkan baca, tulis dan matematika, dengan literasi baru yaitu, data literation, technology literation dan human literation.

Literasi data merupakan kemampuan untuk membaca, menganalisis dan menggunakan informasi dari big data dalam dunia digital. Literasi teknologi merupakan kemampuan memahami sistem mekanika dan teknologi dalam dunia kerja, seperti coding dan kecerdasan buatan, serta prinsip-prinsip teknik rekayasa. Sedangkan literasi manusia merupakan sisi kemanusiaan, komunikasi dan desain kreatif. “Ketiga literasi baru ini perlu dikuasai oleh semua lulusan perguruan tinggi. Industri 4.0 membutuhkan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia,” jelasnya.

Disebutkan, di tengah arus perubahan yang cepat serta ketidakpastian yang tinggi tersebut, para wisudawan tidak punya banyak pilihan kecuali menghadapinya dengan penuh semangat dan kepercayaan diri. Sikap terbaik yang dapat diambil para wisudawan adalah bersedia terbuka terhadap perubahan dan siap untuk terus belajar.

“Meskipun era revolusi industri 4.0 mungkin akan menghilangkan banyak jenis pekerjaan lama, tetapi saya yakin ia juga akan menciptakan banyak jenis pekerjaan baru. Namun, karena hal ini baru maka peluang tersebut hanya mungkin ditangkap lewat kesediaan untuk terus belajar,” tukasnya.

Sebelumnya acara wisuda sarjana dibuka dengan tarian tortor sombah, upacara nasional dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hening cipta. Setelah sidang senat dibuka, acara dilanjutkan dengan wisuda dan pemberian penghargaan kepada para dosen, mahasiswa-mahasiswi terbaik dari empat prodi. (rel/hez)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker