Berita

Waspadai 24 Titik Rawan Longsor di Jalur Mudik Nataru

FaseBerita.ID – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dinas Perhubungan Sumut melakukan pemetaan secara komprehensif atas pelaksanaan angkutan jalan pada hari-hari besar keagamaan, khususnya perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang sudah di depan mata.

Pemetaan antara lain dilakukan dari aspek kesiapan armada, baik darat, laut dan udara, tes urine terhadap para sopir, sampai titik-titik rawan bencana.

Berdasarkan hasil survei kesiapan prasarana jalan yang dilakukan Dishub Sumut dan Ditlantas Polda Sumut pada pelaksanaan Nataru 2019, di Sumut terdapat 24 lokasi rawan longsor, 10 lokasi rawan banjir, 16 lokasi dan 24 lokasi rawan laka lantas.

Adapun titik-titik rawan longsor itu antara lain, di Desa Pangambatan atau ruas Jalan Merek-Sidikalang, ruas jalan Tele-Dolok Sanggul, Desa Hutagalung, Jalan Dolok Sanggul-Pakkat, Desa Parputihan Km 28,5 Dolok Sanggul-Pakkat, Desa Parputihan Km 31 Dolok Sanggul-Pakkat, Jalan Dolok Sanggul-Pakkat di Km 32, Desa Purba Baringin Dusun Panggorengan Km 40, ruas Jalan Pakkat-Barus, Desa Siku Godang, Kec. Barus, Desa Arioran Kecamatan Andan Dewi, ruas Jalan Pakkat-Barus, Desa Sijungkang, ruas Jalan Sibolga-Tarutung Km 6, Desa Simanggir.

Kemudian ruas jalan Sibolga-Tarutung Km 7 Desa Simanggir, ruas jalan Sibolga-Tarutung Km 11, Desa Bonandolok, Jalan Sibolga-Tarutung Kecamatan Sitahius, Jalan Sibolga-Tarutung, Desa Mardame Km 22, Km 32 Jalan Lintas Sibolga-Tarutung, Desa Parsingkaman, Kecamatan Adian Koting, Km 70 Desa Lapo Gambiri, Kecamatan Tarutung, Jalan Lintas Tarutung-Balige di Pancur Napitu, perbatasan Taput dan Toba Samosir, Desa Aek Matondang, Bukit Malintang, Kecamatan Siabu, dan jalan umum jurusan Sipirok di Desa Kilang Papan dekat Rumah Makan Vivi.

Hujan Hingga Akhir Desember

Sementara, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah I, musim hujan masih akan terjadi di Sumatera Utara hingga akhir Desember ini bahkan awal Januari 2020. “Menurut analisa kami, intensitasnya sudah berkurang bila dibandingkan bulan lalu, karena bulan Oktober dan November yang lalu memang menjadi puncak hujan di tahun 2019,” kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I, Erida.

Namun kata Erida, memang ada beberapa perbedaan perkiraan yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Khusus untuk di wilayah lereng, perbukitan hingga pegunungan curah hujan yang terjadi masih cukup tinggi atau setidaknya berada pada kategori sedang. “Lebih khusus lagi untuk wilayah lereng, perbukitan, pegunungan dan wilayah pantai barat, itu masih akan terjadi hujan dengan kategori sedang,” ujarnya.

Untuk itu, walaupun dinilai tidak begitu rentan, tetapi masyarakat di sekitar wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk tetap waspada.

“Kalau jelang libur Natal dan Tahun Baru, biasanya arus mudik ke wilayah sana memang cukup tinggi. Tadi kami sudah rapat lintas Stakeholder terkait hal itu. Walaupun tidak begitu rentan, kita imbau agar masyarakat sekitar maupun para pemudik yang melintas agar tetap waspada dengan kemungkinan-kemungkinan seperti longsor dan lainnya,” jelasnya. (prn/map)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close