Berita

Waspada, Undangan Wawancara Palsu PT Antam!!

Mahasiswi Asal Dolok Pardamean Tertipu Rp3,5 Juta   

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Waspadai jika menerima surat elektronik (e-mail) dari yang mengatasnamakan PT Aneka Tambang (Antam). Apalagi jika mengundang untuk wawancara dan meminta sejumlah uang dengan alasan sebagai biaya transportasi dan akomodasi!

Soalnya, Christin Saragih (24), mahasiswi warga Nagori Sibuntuon Bayu, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, tertipu Rp3,5 juta, tepatnya Rp 3.498.000.

Informasi dihimpun, awalnya korban menerima email dari yang mengatasnamakan PT Antam. Di email tersebut dituliskan, korban diundang untuk mengikuti tes wawancara sebagai syarat diterima bekerja di PT Antam. Di surat elektronik tersebut tertera nomor handphone yang bisa dihubungi, yaitu Bahtiar Jalil.

Korban pun menghubungi Bahtiar Jalil. Kepada korban, Bahtiar menjelaskan untuk menghadiri undangan wawancara, korban harus mengirimkan uang untuk biaya transportasi dan akomodasi sebesar Rp3.498.000. Uang, dikirimkan ke Rekening BNI: 0739887785 atas nama Siti Nur Aisah. Masih menurut Bahtiar kepada korban, uang tersebut nantinya diganti oleh pihak perusahaan.

Mendapat undangan untuk tes wawancara di perusahaan besar dan bergengsi, tentu saja korban senang. Tanpa curiga, ia meminta temannya, SS (37) untuk mentransfer uang tersebut.

Namun kemudian, Bahtiar menelepon korban kembali dan meminta uang tambahan. Saat itu, korban mulai curiga. Akhirnya ia memutuskan batal mengikuti tes wawancara. Ia menelepon Bahtiar dan meminta uangnya dikembalikan.

Bahtiar menyanggupi permintaan korban. Ia mengatakan uang tersebut telah dikembalikan ke rekening korban. Namun setelah dicek, tidak ada uang masuk ke rekening korban.

Sadar telah tertipu, korban tak terima dan memutuskan menempuh jalur hukum dengan melapor ke pihak berwajib.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Muhammad Agustiawan SIK dikonfirmasi via telepon selulernya, Jumat (1/11/2019) sekira pukul 14.00 WIB, membenarkan laporan pengaduan korban.

“LP-nya sudah kita terima. Kita akan melakukan pemanggilan saksi-saksi untuk dimintai keterangan dan menyidik pelaku,” terangnya. (mag-05)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button