Berita

Warga Sipinggol-pinggol ‘Diteror’ Gatal-gatal, Diduga dari Air PDAM Tirtauli

SIANTAR, FaseBerita.ID – Gatal dan perih. Itulah yang dirasakan puluhan masyarakat di Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar. Mereka mulai resah. Pasalnya, sejak sebulan belakangan, warga mulai diserang gatal-gatal. Rasa gatal muncul setiap habis mandi atau bersentuhan dengan air.

“Setiap habis mandi pasti gatal-gatal. Dan ini merata dirasakan warga hampir satu kampung ini,” ujar Siti Khadijah (49) warga setempat, Selasa (12/11/2019) saat ditemui di rumahnya.

Pengakuan serupa disampaikan Julfansyah (26), warga setempat. Ia mengatakan, setiap selesai mandi serta habis wudhu, mereka merasakan gatal yang begitu menyiksa.

“Pokoknya gatal kali lah bang. Bendol-bendol semua tangan dan badanku,” ujarnya.

Julfansyah mengungkapkan, mereka yang terserang gatal tersebut adalah warga yang mayoritas menggunakan air PDAM. Kondisi itu sudah berlangsung sejak sebulan terakhir.

Untuk mengurangi rasa gatal, Julfansyah selalu menyediakan bedak dan minyak tawon.

“Setiap habis mandi, saya selalu pakai bedak tabur. Kadang minyak tawon untuk mengurangi rasa gatal,” ujarnya.

Mengenai teror gatal tersebut, Siti Khadijah dan Julfansyah berencana akan melaporkan hal itu kepada ketua RT, Mujiman.

Sayang, Ketua RT tidak berhasil ditemui di rumahnya. Menurut salahseorang waga, Ketua RT Mujiman sedang berobat di luar kota.

“Memang betul, bang. Rata-rata warga di sini merasakan gatal-gatal itu. Kami belum bisa memastikan apakah penyebabnya dari air PDAM atau tidak,” sebutnya.

“Setau kami, biasanya PDAM rajin sosialisasi pada warga untuk memperkenalkan higienis air melalui pemberian kaporit. Mungkin ini nggak ada kaporitnya bang. Makanya gatal-gatal badan kami,” ucapnya.

Hingga saat ini, Siti Khadijah dan Julfansyah belum melaporkan teror gatal itu ke pihak PDAM. Namun pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan warga lainnya.

Sementara Humas PDAM kota Siantar Rosliana Sitanggang juga belum berhasil dimintai keterangannya perihal gatal-gatal yang dirasakan warga. Demikian juga Dirut PDAM Zulkifli Lubis belum memberikan keterangan. Pasalnya, telepon seluler keduanya sedang tidak aktif.

Namun, pesan yang dikirim melalui Whatsapp (WA), Dirut PDAM hanya melihat pesan (centang biru), dan tidak memberikan respon. (Mag-03/des)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button