Berita

Warga Siantar Sesalkan Sikap Anggota DPRD Tak Mau Disebut ODP: Ini Kata Mereka…!

FaseBerita.ID – Sikap anggota Dewan yang sebagian menolak ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait wabah virus corona (Covid-19) yang kini melanda dunia, disesalkan masyarakat. Mereka menilai status ODP sudah sewajarnya dialamatkan kepada mereka lantaran baru pulang dari Bali, salahsatu daerah terjangkit.

Gimron misalnya. Ditemui disalahsatu warung kopi di Pematangsiantar mengatakan, seharusnya anggota DPRD tidak menolak dan justru sebaliknya. Mereka dengan ikhlas melakukan pemeriksaan.

“Itu semua kan demi kebaikan mereka juga. Saya sangat menyayangkan kenapa DPRD menolaknya. Padahal kan itu juga sudah iimbauan dari Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.

Gimron berharap kepada Pemko Siantar agar segera secepatnya menyelesaikan permasalahan itu. Apalagi persoalan di Siantar warganya sangat kesulitan mendapat masker maupun hand sanitizer.

“Ini yang harus disikapi. Bukan masalah penetapan status ODP dan koordinasi lainnya. Yang urgent itu adalah pengadaan masker dan hand sanitizer. Kita berharap Pemko jangan tinggal diam, dan hanya melakukan imbauan saja. Tetapi harus mampu mencari solusi. Mereka harus bisa menyediakan masker dan membagikannya kepada masyarakat. Jangan menunggu ada dulu korban,” tegas pria berkulit sawo matang itu.

Hal senada disampaikan Ahmad Abuzar Al-givari. Dia juga menyayangkan tidak adanya bentuk sinergitas antara Pemko dan DPRD yang tidak bisa duduk bersama mencari solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada di kota Siantar.

“Yang saya baca di media anggota DPRD ribut hanya persoalan penetapan ODP. Inikan bukan contoh yang baik buat masyarakat. Apalagi mereka itu kan wakil rakyat. Pihak Dinkes juga, jangan hanya melakukan imbauan saja. Bukti kinerjanya tak ada. Masker aja sangat langka. Semua kosong. Harusnya mencari solusinya, jangan saling menyalahkan satu sama lain,” ujarnya.

Sementara Raju Purba, yang kesehariannya bekerja mengajar dan juga menarik gojek juga menyayangkan tindakan yang dilakukan DPRD.

Padahal, katanya, yang dilakukan Dinas Kesehatan sangat baik dan hal itu merujuk dari imbauan Kementerian Kesehatan.

“Jadi buat apa diributi. DPRD itu kan wakil rakyat. Tidak begitulah contoh seorang wakil rakyat. Tapi yang pernah saya bacakan memang ada peraturannya. Tetapi masalah wabah ini kan sudah masalah dunia. Lagian, mereka benar baru pulang dari Bali. Ya sudah, ikut saja sama peraturan. Silahkan lakukan pemeriksaan. Pihak Dinkes juga harus bergerak. Alat kesehatan harus dilengkapi, biar sesuai harapan,” bebernya.

Raju menegaskan, sebenarnya hal ini bukan kesalahan dari anggota DPRD semata saja. Akan tetapi dari pihak Dinas Kesehatan juga belum ada tampak kerjanya dalam melakukan pencegahan virus Corona.

“Simpelnya sajanya bang. Masker begitu langka. Tetapi Dinkes hanya diam saja. Sampai sekarang belum ada solusi dari mereka. Ditambah lagi berdebat dengan Anggota DPRD. Seharusnya mereka duduk bersama untuk mencari solusi, bukan malah berdebat mencari kebenaran masing-masing,” ujarnya berharap agar masalah ini terselesaikan dan sama-sama mencari solusi. (Mag 04)

Itu Demi Kebaikan Bersama

“Itu semua kan demi kebaikan mereka juga. Saya sangat menyayangkan kenapa DPRD menolaknya. Padahal kan itu juga sudah imbauan dari Kementerian Kesehatan RI,” kata Gimron, warga Siantar.

Jangan Ribut, Warga Butuh Masker

“Yang saya baca di media anggota DPRD ribut hanya persoalan penetapan ODP. Inikan bukan contoh yang baik buat masyarakat. Apalagi mereka itu kan wakil rakyat. Pihak Dinkes juga, jangan hanya melakukan imbauan saja. Bukti kinerjanya tak ada. Masker aja sangat langka. Semua kosong. Harusnya mencari solusinya, jangan saling menyalahkan satu sama lain,” ujar Ahmad Abuzar Al-givari, warga Siantar.

Silahkan Cari Solusi

“Seharusnya mereka duduk bersama untuk mencari solusi, bukan malah berdebat mencari kebenaran masing-masing. Buat apa diributi. DPRD itu kan wakil rakyat. Tidak begitulah contoh seorang wakil rakyat. Tapi yang pernah saya bacakan memang ada peraturannya. Tetapi masalah wabah ini kan sudah masalah dunia. Lagian, mereka benar baru pulang dari Bali. Ya sudah, ikut saja sama peraturan. Silahkan lakukan pemeriksaan. Pihak Dinkes juga harus bergerak. Alat kesehatan harus dilengkapi, biar sesuai harapan,” beber  Raju Purba, warga Siantar.



Pascasarjana

Unefa
Back to top button