Berita

Warga Resah Ratusan Monyet Turun ke Perkampungan

ASAHAN, FaseBerita.ID – Masyarakat Bahung Batu Batu, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, diresahkan dengan turunnya ratusan monyet ke perkampungan. Monyet-monyet itu mengambil hasil ladang warga. Sebagian besar ladang jagung dan rambutan tersebut pun rusak.

Selain itu, beberapa monyet masuk ke pekarangan rumah dan mengambil ternak warga. Bahkan, pakaian dan perkakas dapur seperti periuk juga turut dijarah. Serangan monyet dari hutan tersebut sudah terjadi sejak setahun belakangan.

Ironisnya, anak-anak juga turut jadi korban pencakaran. Hal itu terjadi ketika monyet-monyet itu merasa terancam ketika anak-anak menggarai (berbuat iseng, red). Meski luka cakaran tidak parah, namun hal itu membuat orangtua semakin resah.

“Turunnya monyet-monyet ini membuat warga di sini takut dan resah. Gimana tidak, anak-anak sudah ada yang jadi korban. Mereka dicakar saat anak-anak berbuat iseng. Awalnya memang monyet itu hanya mengambil buah rambutan. Oleh anak-anak digarai. Karena merasa terancam, disitulah dia mencakar. Beruntung anakku langsung kutarik. Jadi lukanya tidak begitu parah. Diobati di rumah saja dia,” kata Permi (35) warga setempat sembari mengatakan anak yang dicakar tersebut berusia 6 tahun.

Hal senada disampaikan Banbang (54) warga setempat. Ia mengatakan, selama ini mereka tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi kedatangan monyet-monyet tersebut.

“Kita takut juga. Akibat ulah binatang ini, masyarakat di sini jadi merugi. Mau dibunuh, dilindungi undang-undang,” kata Banbang.

Ia mengatakan, di daerah itu ada dua desa yang sering kedatangan monyet-monyet tersebut. Untuk sementara, warga hanya bisa memelihara ternak anjing, yang diyakini bisa mengusir monyet-monyet tersebut.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Bahung Batu Batu, Hasan Sinurat SH. “Itu benar. Warga di sini sudah resah. Selain pakaian, perkakas dapur juga sering dijarah. Bahkan tanaman warga dirusak seperti jagung, rambutan dan sawit. Kalau menurut kami ada ribuan monyet di sini. Kita sudah berusaha mengusirnya. Tapi kembali lagi. Kalau harus dimusnahkan, kita belum berani. Karena dilindungi undang-undang,” terang Hasan Sinurat, Rabu (27/3).

Senada disampaikan Camat Sei Dadap Amiruddin Marpaung. Katanya, selama ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kehutanan, Kepolisian dan Pemdes untuk mengatasi gangguan monyet yang sudah menyerang pemukiman warga tersebut.

“Sejauh ini kita sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak. Tapi belum ada hasil. Lagian hingga saat ini warga belum ada membuat aduan secara tertulis soal masalah ini,” ujarnya. (CK-01/des)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button