Berita

Warga Pardomuan Nauli Sebut Aliwongso Sinaga Pejuang Pertanian

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Selama belasan tahun masyarakat petani Pardomuan Nauli, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, kekeringan air ke daerah persawahan mereka. Selama itu juga, kondisi ekonomi masyarakat di sana terpuruk. Pasalnya, penghasilan pokok masyarakat di sana dari bertani padi.

Sejak kehadiran Aliwongso Halomoan Sinaga mengecek bendungan irigasi di kecamatan tersebut, keluhan masyarakat petani pun teratasi. Mengatasi masalah masyarakat petani ini, Aliwongso Sinaga yang saat itu duduk di DPR RI periode 2009-2014, memperjuangkan anggaran pusat membangun saluran gendong.

L Tambunan, salah seorang masyarakat sekitar, Kamis (11/4) mengatakan, bendungan sungai Bah Bolon yang berada di Marihat Bukit, Kecamatan Gunung Malela, sudah lama dibangun. Dari bendungan tersebut seyogianya mengaliri air persawahan petani sampai ke hilir Kecamatan Pematang Bandar.

Ironisnya, air yang begitu besar mengalir dari sungai Bah Bolon melalui bendungan tidak mampu mengaliri persawahan petani di hilir. Hingga akhirnya diketahui bahwa sejumlah petani kolam di hulu memanfaatkan air dari bendungan tersebut mengaliri kolam-kolam mereka. Namun, setelah mengaliri kolam-kolam mereka, air dari kolam langsung mereka buang ke sungai. Sehingga petani sawah di hilir tidak mendapat air secukupnya.

“Kejadian ini sudah belasan tahun. Tidak pernah negara hadir mengatasi masalah ini. Beruntung saja aspirasi kami didengar Aliwongso Halomoan Sinaga yang saat itu anggota DPR RI periodd 2009-2014. Aliwongso Sinaga yang memperjuangkan membangun saluran gendong, hingga akhirnya air ke persawahan masyarakat di hilir teratasi tanpa harus mengurangi air ke kolam-kolam petani,” bebernya.

Sebelum adanya saluran gendong, lahan persawahan masyarakat banyak yang sudah beralih fungsi. Banyak berubah jadi tanaman sawit dan ubi.

Aliwongso Halomoan Sinaga mengatakan, selama belasan tahun masyarakat petani di dua kecamatan yakni, Kecamatan Pematang Bandar dan Kecamatan Bandar mengeluhkan air persawahan yang mengalami kekeringan. Padahal, di daerah hulu ada bendungan Sungai Bah Bolon yang seharusnya mengaliri daerah persawahan masyarakat.



Pascasarjana

Unefa
1 2Laman berikutnya
Back to top button