Berita

Warga Minta DPRD Labuhanbatu Periksa Kualitas Proyek

Proyek TA 2019 Dikerjakan Tahun 2020

RANTAUPRAPAT, FaseBerita.ID – DPRD Labuhanbatu diminta memeriksa kualitas pengerjaan proyek APBD tahun anggaran (TA) 2019 yang masih dikerjakan tahun 2020.

“Kami minta DPRD Kabupaten Labuhanbatu yang membidangi pekerjaan proyek atau infrastruktur turun ke lapangan meninjau sejumlah proyek TA 2019 yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan,” ujar Mora salah seorang warga Rantauprapat, Selasa (21/1).

Menurutnya, ada beberapa titik proyek hingga saat ini masih dikerjakan di antaranya, proyek rehab trotoar dalam Kota Rantauprapat. Kemudian, proyek rumah Dinas Bupati Labuhanbatu.

“Yang memalukan yakni, proyek lanjutan Adi Pura. Karena itu merupakan simbol kebanggaan Kabupaten Labuhanbatu, masih belum selesai,” jelasnya.

Mora juga mengatakan, tujuan DPRD Labuhanbatu memeriksa sejumlah pekerjaan tersebut, terutama dari segi kualitas fisik bangunan. “Agar jangan ada proyek kejar tayang, tanpa mengutamakan kualitas bangunan yang dapat digunakan dalam waktu yang lebih lama,” tandasnya.

Ketua DPRD Labuhanbatu Meika Riyanti Siregar saat konfirmasi wartawan terkait pelaksanaan proyek TA 2019 yang masih dikerjakan pada tahun 2020 mengatakan, itu merupakan proyek luncuran. Namun ketika ditanya apakah sudah dilakukan adendum untuk proyek luncuran TA 2019, Ketua DPRD Labuhanbatu ini berdalih sedang berada di luar kota.

“Saya masih di luar kota, nanti ya,” jawabnya melalui seluler. Diberitakan sebelumnya, sejumlah proyek APBD tahun anggaran 2019 di Kabupaten Labuhanbatu masih dikerjakan oleh pihak rekanan. Padahal, masa kontrak pengerjaan telah selesai.

Pantauan wartawan, Senin (20/1), beberapa proyek dengan nilai pagu hingga miliaran rupiah yang masih dikerjakan yakni, proyek lanjutan pembangunan taman di Tugu Adi Pura yang berada di Simpang Kompi, Rantauprapat.

Proyek tersebut menghabiskan dana APBD TA 2019 sebesar Rp2 miliar lebih yang dikerjakan oleh PT Megabuss. Pada plank proyek, mulai dikerjakan pada bulan Oktober 2019 dan selesai pada Desember 2019.

Kemudian, proyek di rumah dinas Bupati Labuhanbatu yang menghabiskan dana pemerintah sebesar Rp5 miliar lebih. Selain itu, ada juga proyek ratusan juta rupiah yang belum selesai seperti, proyek rehab trotoar dalam kota Rantauprapat dengan nilai pagu Rp731 juta lebih dikerjakan oleh CV Putra Pertama.

Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Ahmad Muflih saat dikonfirmasi terkait sejumlah proyek yang belum selesai tersebut mengatakan, pihak pemborong telah dikenai sanksi. Sanksi yang diberikan oleh Pemkab Labuhanbatu kepada pihak rekanan, lanjut dia, berupa denda hingga pemutusan kontrak kerja.

“Diberikan kesempatan untuk melanjutkan pengerjaannya sesuai Perpres, dan dikenakan denda bagi proyek yang belum selesai sejak tanggal penambahan waktu pengerjaan selama 50 hari. Denda yang dikenakan, sebesar satu permil perhari dari berapa persen keterlambatan fisik yang belum selesai dikerjakan,” ujarnya. (bud/ahu)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker