Berita

Warga Medan Diusir karena Demam, Batuk dan Sesak

FaseBerita.ID – Minggu (5/4) malam kemarin, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan mengevakuasi seorang warga SB (47) dari rumahnya di salah satu desa di Kecamatan Batang Angkola.

Mereka membawanya untuk isolasi perawatan di RSUD Kota Padangsidimpuan. Namun hanya semalam, selanjutnya dibiarkan pulang ke Kota Medan, SB punya rumah lainnya.

SB diketahui merupakan suami E, kakak dari pasien dalam pengawasan (PDP) 01 Kota Padangsidimpuan, yang telah meninggal dunia.

Dokter Habibullah dari Puskesmas Pintupadang merujuknya ke RSUD Kota Padangsidimpuan dengan keluhan demam, batuk dan sesak nafas. Suhu tubuh 37.5 derajat.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Tapsel, dr Sri Khairunnisa menuturkan bila pasien hanya panik, tidak ada demam, apalagi sesak yang mengarah pada gejala covid-19, itu setelah pemeriksaan. Dan katanya sudah dilakukan rontgen, semua normal. Bahkan hasil rapid test yang dilakukan menunjukkan aktif (negatif).

“Tapi karena ada penolakan masyarakat. Bingung dia mau pulang ke mana, terpaksalah kami rujuk ke RSUD sementara,” katanya.

RSUD Padangsidimpuan sudah memulangkan karena semua normal, termasuk frekuensi nafas. SB diketahui sudah 2 pekan berada di Batang Angkola, ia memang berasal dari sana. Tetapi juga memiliki rumah di Kota Medan, berstatus warga Kota Medan. Ia pun sudah pulang ke Medan.

Tapsel memiliki 15 ODP, dua di antaranya ditetapkan karena berhubungan dengan PDP asal Padangsidimpuan. Yang diketahui merupakan karyawan di toko milik PDP 01 ini.

Selain itu diketahui E istri SB pada 30 maret lalu pernah menemui HM, seorang dukun di Kecamatan Sayurmatinggi guna berusaha pengobatan secara tradisional sakit yang dialami PDP 01 asal Padangsidimpuan. Dan dukun ini kontak langsung dengan pasien.

“Ini kami masih mencarinya, dan melakukan pengecekan. Tapi belum ditemukan, di tempat alamatnya,” timpal dr Sri pada Senin (6/4) sore. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button