Berita

Warga Keluhkan Pembuangan Limbah Usaha ke Sungai

FaseBerita.ID – Warga Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai, merasa resah atas tercemarnya sungai yang diduga pembuangan limbah dari salah satu gudang.

Warga menduga gudang P membuang limbah hasil pengolahan kelapa kopra yang menghasilkan minyak serta membuang limbah hasil pengolahan bangkai ikan yang sangat bau langsung ke aliran sungai.

Akibat dari limbah gudang P tersebut udara di lingkungan sekitar menjadi tercemari dan air sungai menjadi berminyak dan berbau bangkai.

Pantauan wartawan di lokasi, Selasa (21/7), terlihat gudang P sedang melakukan aktifitas pengolahan kelapa kopra dan pengolahan bangkai ikan yang sangat bau yang mencemari udara di sekitar.

Terlihat juga pada saat itu gudang P sedang membuang limbah hasil pengolahan langsung aliran  sungai di duga tanpa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan tanpa izin yang menyebabkan sungai di sekitar menjadi berminyak serta berbau bangkai yang sangat menyengat.

Iskandar (42), warga sekitar saat dikonfirmasi beberapa wartawan di lokasi mengatakan bahwa Gudang P tersebut sudah puluhan tahun beroperasi dan sangat meresahkan warga akibat pencemaran udara maupun air yang dilakukan oleh pihak gudang P.

“Kami sangat resah dengan limbah yang dihasilkan oleh gudang P ini. Limbah yang dihasilkan sangat berbau bangkai bang. Bahkan kalau kita menjemur pakaian di dekat rumah, bau bangkai itu bisa lengket ke pakaian yang kita jemur, karena udara di sekitar tercemari bau itu bang,” keluh Iskandar.

Dikatakan Iskandar juga bahwa jika pihak gudang P sedang membuang  limbahnya ke dalam sungai maka sungai menjadi berbau bangkai yang sangat menyengat dan berminyak.

“Kalau gudang P membuang limbahnya ke sungai, maka airnya akan berminyak dan sangat bau sekali bang. Bahkan sampai menimbulkan ulat atau belatung. Biasanya kalau kita mandikan, badan kita menjadi gatal-gatal,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak gudang P membuang limbah saat pasang air. “Biasanya gudang P ini membuang limbahnya pada saat pasang air bang, dan seringnya pada malam hari,” kata Iskandar kepada beberapa wartawan yang menemuinya di lokasi.

Terpisah, Humas Gudang Pelita Named saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Gudang Pelita belum memiliki Izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan sedang dalam proses. Seperti yang diketahui, jika perusahaan tersebut sengaja  membuang limbah ke sungai maka diancam pidana berdasarkan Pasal 60 jo. Pasal 104 UU PPLH. (ck04/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button