Berita

Warga Hapesong Baru Tuntut Aktivitas Galian C Dihentikan

TAPSEL – Puluhan warga Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, mendatangi lokasi penambangan material pasir dan batu (Galian C) di Sungai Batangtoru di Desa Napa kecamatan yang sama. Pasalnya, aktivitas penambangan itu disebut telah merusak aliran irigasi pengairan persawahan warga.

Pada pukul 10.00 Wib, Sukri Harahap (66) bersama puluhan petani lainnya hari itu mendatangi lokasi penambangan Galian C milik Anwar Matondang yang berada di Dusun Saba Julu, Desa Napa, kecamatan yang sama.

Ketua Kelompok Tani Sabar Subur ini menuntut keberadaan usaha Galian C milik Anwar Matondang yang karenanya, kata Sukri telah membuat air dari tahalak atau irigasi mengecil dan terhambat mengalir ke persawahan Pulo Lobang di Desa Hapesong Baru.

Masyarakat Dusun Taman Sari, Desa Hapesong Baru yang memiliki lahan persawahan dan bekerja sebagai petani di sekitar tempat itu pun kemudian, menuntut janji yang pernah dibuat pengusaha Galian C atas nama Anwar Matondang untuk memasang dek beton dan tanggul penahan banjir.

Dua bangunan yang dimaksud merupakan bagian untuk mengantisipasi imbas buruk bagi lahan persawahan warga, yang lebih diakibatkan aktifitas penambangan material dalam sungai.

“Pekerjaan pengerukan sungai yang dapat menghilangkan Pulau (Delta sungai) di dekat Tamansari untuk normalisasi pun tidak terealisasi oleh Pengusaha,” katanya dalam upaya menghentikan aktivitas penambangan itu.

Namun sayangnya, solusi persoalan yang diupayakan warga untuk diselesaikan ini, tidak terwujud pada hari mereka berunjuk rasa.

Kendati masih memiliki aktivitas kesehariannya masing-masing, warga yang merupakan para petani ini membubarkan diri pada pukul 13.00 Wib, meskipun pihak pengusaha Galian C ini tidak hadir menemui warga tersebut.

Namun demikian, aksi unjuk rasa dan penyampaian tuntutan oleh warga ini berjalan damai dan tertib, Babinsa dari Koramil 01 Batangtoru mengimbau dan menjaga ketertiban masyarakat.

Menurut Camat Batangtoru, M Yamin Batubara pada Kamis (28/2) kemarin. Pihak Kecamatan akan menengahi persoalan antara petani warga Desa Hapesong Baru dan pengusaha Galian C ini pada Rabu (6/3) mendatang.

Alasannya kata dia, itu merupakan waktu yang tepat setelah para kepala desa di tempatnya selesai mengikuti bimbingan teknis. “(Awal aktifitas Galian C) kalau itu saya tidak bisa jawab. Kalau izinnya ada, itu dari Provinsi,” ungkapnya kepada Metro Tabagsel dalam sambungan selular. (san)

Tags

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close