Berita

Warga Asahan ini sudah 2 Tahun Hilang saat Umroh

ASAHAN, FaseBerita.ID – Wardi bin Muhammad Arbi (64), sampai saat ini belum jelas keberadaannya setelah hampir dua tahun dinyatakan hilang saat melaksanakan ibadah umroh di tanah suci Mekkah.

Wardi, warga Jalan Maria Ulfa Santoso, gang STM Lingkungan IV, Kelurahan Mutiara Kecamatan, Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, hilang saat melaksanakan ibadah umroh bersama istrinya di tanah suci Mekkah lalu terpisah dari rombongan.

Istri Wardi, Rosmaida Marpaung menceritakan, Mei 2018 Wardi berangkat bersama Rosmaida Marpaung melalui agen perjalanan umroh di Medan yang beralamat di Jalan Karya Jaya, Medan Johor. Hampir dua tahun lamanya hingga saat ini belum ada kepastian ke pihak keluarga dari perusahaan agen perjalanan yang bertanggungjawab dengan perjalanan mereka.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan kabar tentang status kehilangan suami saya, apakah masih hidup atau meninggal dunia,” ungkap Rosmaida Marpaung saat berbincang bersama wartawan, Selasa (4/2).

Meski demikian, Rosmaida mengatakan pihak keluarga sebenarnya sudah ikhlas menerima apapun kenyataan yang dialami suaminya saat menjalankan ibadah suci di Mekkah itu, sekalipun Wardi telah meninggal dunia.

Namun sayangnya saat ini belum ada pernyataan resmi terkait hal itu, meningat Wardi yang diketahui sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah masa pensiun.

“Status bapak, apakah hidup atau telah meninggal dunia kami ikhlas,” ujarnya.

Bukti kegilangan Wardi, pihak keluarga hanya memegang sepotong surat dari pihak travel agen perjalanan bahwa suaminya dinyatakan hilang dan sampai sekarang belum diketemukan dan masih dilakukan pencarian.

“Surat ini, tidak memiliki dasar yang kuat untuk penyelesaian persoalan administrasi seperti di bank dan juga gaji pensiunan,” ungkapnya.

Akibat kejadian ini, gaji pensiunan suaminya sudah satu tahun lebih tidak diterima, karena tidak ada kejelasan status. “Sudah berkali-kali saya meminta kepada travel, agar ada surat resmi dari kerajaan Arab Saudi tentang kehilangan suami saya itu,” ungkap Rosmaida sembari menyayangkan sikap travel yang kurang kooperatif mengurus kehilangan suaminya itu.

Rosmaida mengenang, ibadah umrah yang dilaksanakannya bersama suami. Saat itu sedang thawaf wadak atau thawaf perpisahan, mereka bersama rombongan jamaah lainnya masih dalam satu kesatuan, namun usai pelaksanaan thawaf itu Wardi sudah tak terlihat lagi.

Sempat diupayakan pencarian oleh panitia dan pihak travel perjalanan namun Wardi tak juga diketemukan hingga akhirnya mereka pulang ke Indonesia tanpa Wardi.

“Kalau meninggal dunia, kita tahu di mana kuburannya, kalau hilang seperti ini, status tidak jelas,” ungkapnya sembari terus berdoa dan berharap ada kejelasan dari pihak travel selaku pihak yang paling bertanggungjawab atas perjalanan ibadah mereka itu. (per/rah)

Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close