Berita

Wanita Tua Ditemukan Tewas Mengapung di Pintu I Perairan Sibolga

FaseBerita.ID – Seorang wanita tua ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (16/9) sekira pukul 13.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi jenazah mengapung di pintu I perairan Sibolga, tepatnya sekitar 50 meter arah utara, sekitar lampu merah pintu I.

Kapolres Sibolga AKBP Triyadi dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin mengatakan, saat ditemukan tidak ada identitas pada jenazah. Awalnya wanita yang terakhir diketahui bernama Saniba Jandoto (65) ini sempat dinyatakan Mrs X yang memiliki ciri-ciri tinggi badan 147 cm, rambut keriting dan beruban.

“Saat ditemukan, jenazah korban mengenakan baju kaos lengan panjang warna abu-abu, di bagian depan pakai pernik. Kemudian, mengenakan celana panjang warna merah maron dan tangan kirinya memakai gelang manik-manik 8 untai,” kata Sormin.

Dijelaskan, begitu mendapat informasi, personel Polair bersama Basarnas dan petugas Polres Sibolga langsung terjun ke lokasi kejadian dan mengamankan TKP serta mengevakuasi korban ke rumah sakit FL Tobing Sibolga.

“Kasat Polair dan anggota berikut Polair Baharkam Polri dan Basarnas langsung menuju ke TKP. Selanjutnya mayat dibawa ke rumah sakit untuk VER,” kata Ramadhansyah Sormin.

Dari hasil pemeriksaan medis, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Tidak ada tanda yang mencurigakan. Korban diduga meninggal dunia karena tenggelam,” tukasnya.

Sormin mengungkapkan, keluarga korban menjemput jenazah pada Kamis (17/9). Menurut anaknya, Erniwati Gea (51), jenazah itu adalah ibunya bernama Saniba Jandoto.

Sesuai pengakuan Erniwati, mereka mengetahui ibunya meninggal melalui berita di internet dan suara radio, Kamis (17/9) pagi. Mereka pun langsung menjemput jenazah dari rumah sakit, untuk segera dimakamkan di Aek Parombunan.

“Katanya mereka tahu dari radio dan internet. Makanya mereka datang. Tadi siang sudah dibawa untuk dimakamkan. Katanya, mau dimakamkan di Aek Parombunan,” terang Sormin.

Menurut keterangan Erniwati, amarhumah kesehariannya bekerja sebagai pencari barang bekas.

“Kalau menurut KTP, mereka masih warga Lobu Pining, Adiankoting, Tapanuli Utara. Sekarang tinggal di Sibolga Julu. Sebelumnya, mereka tinggal di Pasir Bidang Lorong X. Menurut anaknya, Almarhumah ini kerjanya nyari barang-barang bekas. Mungkin, dia nyari barang bekasnya sampai ke pinggir laut,” ungkapnya.

Karena tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan pada tubuh jenazah, pihak keluarga tidak ingin jenazah diotopsi.

“Rencananya hari ini akan dikebumikan,” pungkas Sormin. (ts)





Back to top button