Berita

Walkot Psp Diterpa Hoaks: akan Laporkan Media dan Penyebar Berita

FaseBerita.ID – Walikota Padangsidimpuan (Psp) Irsan Efendi Nasution mengaku heran dengan adanya pemberitaan media yang menyebutkan dirinya sebagai orang yang berstatus Isolasi Mandiri Covid-19.

Padahal, katanya, berita yang telah disebarluaskan di media sosial itu tidak pernah ada statementnya dan Tim Gugus yang menyebutkannya sebagai orang yang berstatus Isolasi Mandiri.

“Pertama, saya tidak sedang menjalani isolasi mandiri. Kedua, saya bukan kontak erat probable atau konfirmasi (Positif Covid, red) atau yang sudah diuji melalui swab, saya bukan kontak erat mereka. Tentu sesuai dengan ketentuan, saya bukan diisolasi mandiri, pemberitaan tentang isolasi mandiri itu sebuah fitnah dan sebuah kebohongan,” sebut Walikota Padangsidimpuan, saat memberikan Keterangan Pers di Aula Sekretariat Daerah Pemko Psp, Rabu (2/9).

Atas pemberitaan itu, kata Irsan, pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum melalui Tim Kuasa Hukum Pemerintah Kota Padangsidimpuan.

“Kami imbau untuk berhati-hati menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Tim Hukum kita akan melaporkan langsung ke Polres Padangsidimpuan dalam satu atau dua hari ke depan terkait dengan berita bohong ini,” jelasnya.

Walikota Padangsidimpuan menyesalkan sikap media yang menerbitkan isi berita tanpa memenuhi kaidah pemberitaan yang diatur dalam Undang-undang tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

“Kita berharap kehati-hatian teman-teman, sayangnya tidak seorang pun melakukan konfirmasi kepada kita. Padahal, seyogianya, teman-teman harus melakukan check and recheck dan berimbang serta mempedomani undang-undang dan kode etik jurnalistik. Informasi tentu penting bagi seluruh pihak, tetapi jika kebohongan tentu akan merugikan pihak lain,” tuturnya.

Isolasi Mandiri Kadinkes dan Kadiskominfo, Bukan Walikota

Tim Kuasa Hukum Ridwan Rangkuti menyesalkan adanya informasi yang keluar dari tahapan mediasi. Secara aturan dan etika, tahapan mediasi itu tidak boleh disampaikan atau diberitahukan.

“Kemarin, Senin, ada agenda persidangan di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan gugatan terhadap Tergugat I (Walikota), Tergugat II (Kadinkes) dan Tergugat III (Kadiskominfo). Itu acaranya mediasi. Tergugat I, Tergugat II dan Tergugat III tidak bisa hadir,” kata Ridwan.

Dalam mediasi itu, mediator dari para tergugat menyampaikan alasan kenapa para tergugat tidak bisa hadir.

Tergugat I tidak bisa hadir dikarenakan ada agenda penting yang harus diikuti. Kemudian, Tergugat II dan III sedang menjalani isolasi mandiri.

“Pak Wali (Tergugat I) tidak hadir karena Pak Wali ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan sehingga tidak bisa hadir. Tergugat II sedang menjalani isolasi mandiri dan tergugat III istrinya saat itu sedang di RS dan diisolasi. Itu yang disampaikan mediator,” paparnya.

Atas nama Tim Hukum Pemko Psp, kata Ridwan, bahwa pemberitaan tersebut sangat bernuansa fitnah. Pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti untuk dibawa ke Polres Padangsidimpuan membuat laporan berita bohong tersebut.

“Kami nilai ada sentimen pribadi. Dan kami tegaskan disini, apapun yang ada di mediasi itu atau tahap mediasi apapun yang diucapkan itu tidak menjadi bukti dan tidak boleh keluar.

Kontak Erat yang Harus Menjalani Isolasi Mandiri

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Elpi Zunianti Hasibuan, mewakili Tim Gugus, menyampaikan hingga hari ini telah ada 5 kali perubahan atau revisi pedoman penanganan dan pencegahan Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah.

“Jika ada berita yang belum tentu benar adanya, mohon disampaikan kepada kita. Kalau ada pasien probable dan konfirmasi covid, kami akan tracking. Menurut juknis yang baru, kalau hanya suspek itu tidak di tracking,” jelasnya.

Berdasarkan Juknis terbaru, kata Elpi, kontak erat itu merupakan orang yang memiliki kontak dengan kasus konfirmasi. Disamping itu, kriteria kontak erat ada beberapa macam, seperti tatap muka langsung dengan pasien kasus konfirmasi dengan radius 1 meter dengan durasi waktu kurang lebih 15 menit, bersalaman langsung, orang yang menangani pasien tanpa menggunakan APD standar, dan lainnya.

“Ketika menjadi kontak erat harus menandatangani bersedia menjalani Isolasi Mandiri selama 14 hari di rumah. Artinya, seseorang yang menjalani Isolasi Mandiri itu ialah orang yang Kontak Erat,” pungkasnya. (bsl)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button