Berita

Wagner Damanik Titip Promosi Danau Toba ke Diaspora Indonesia Australia Barat

FaseBerita.ID – Maruli Wagner Damanik beserta Istri menitip pesan kepada rombongan dari Australia, untuk terus mempromosikan Danau Toba ke dunia internasional, terutama di kalangan masyarakat Pert, Australia Barat.

Rombongan diterima sebelum menyeberang ke Samosir, untuk menyaksikan Samosir Music Internasional (SMI) agenda seni dan budaya yang rutin digelar di Samosir setiap tahun.

Pria yang akrab dipanggil Wagner Damanik ini, menyampaikan pesan promosi Danau Toba itu saat menerima rombongan yang terdiri dari staf Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Pert Australia Barat, jurnalis asal Pert, ahli pertanian, nutrisi serta profesional sekaligus pengusaha surfing (selancar) dari Pert, Komunitas Dispora Indonesia di Pert serta perwakilan Kementrian Pariwisata yang diwakili Titiek Wahyuni, Jumat (23/8/2019) di Pelabuhan Tigaras, Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.

Menurut Wagner, Danau Toba, terutama di wilayah Simalungun memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan manca negara. Dengan promosi yang rutin, penyampaikan yang tepat, diyakini wisatawan akan tertarik untuk berkunjung ke Danau Toba.

Jika ribuan wisatawan berkunjung ke Danau Toba, secara otomatis akan menambah income masyarakat, daerah dan Negara.

“Kita sangat mendukung program pemerintah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan manca Negara. Kita mendukung tentunya dengan memberikan pelayanan senyaman mungkin bagi wisatawan, sehingga mereka dapat bercerita dengan senang hati tentang keindahan Danau Toba, keramahan masyarakatnya,” kata Wagner Damanik.

Rombongan dari Australia Barat dan Diaspora Indonesia berdiskusi tentang pariwisata dan kebudayaan bersama Wagner Damanik.

Menurut Wagner, pertemuannya dengan rombongan yang sudah mengunjungi Kabupaten Karo, dan akan mengunjungi Kabupaten Samosir dan Nias, karena ada hubungan baik nya dengan pihak Konsulat.

Rombongan sudah berusaha menghubungi pihak Pemkab Simalungun untuk bertemu, berdiskusi serta saling bertukar informasi, namun menurut mereka tidak mendapat respon yang baik.

“Tujuan mereka datang untuk menggali informasi tentang wisata di Simalungun, namun kita agak prihatin karena pemerintah kurang respon. Mereka ingin berbagi informasi serta melihat langsung, apa yang menarik untuk dikunjungi di Simalungun,” kata Wagner Damanik.

Dalam kesempatan itu, Wagner memberikan souvenir khas Simalungun berupa hiou kepada seluruh rombongan, dengan harapan mereka akan menjadi corong untuk bercerita tentang keindahan Simalungun di Australia.

Wisata Butuh 3A (Aksessibilitas, Amenitas dan Atraksi)

Untuk mewujudkan pariwisata yang berkesinambungan memberikan konstribusi kepada masyarakat, daerah dan Negara, dibutuhkan tiga pilar penting yang harus tersedia secara permanen.

Pilar pertama, yakni menyangkut Aksessibilitas. Akses berupa infrastruktur jalan yang baik dan mudah dijangkau baik melalui udara, laut/danau maupun darat termasuk sarana transportasinya. Semua ini dibutuhkan keperdulian pemerintah agar wisatawan nyaman sampai dan kembali dari daerah tujuan wisata.

Pilar kedua, yakni Ammenitas menyangkut keamanan dan kenyamanan. Segala fasilitas pendukung seperti halnya hotel, rumah sakit, telekomunikasi dan internet termasuk pusat layanan dengan on line haruslah mudah diakses para wisatawan sehingga mendorong wisatawan betah berlama-lama karena merasa nyaman. Kondisi ini bisa terwujud apabila para pelaku industri pariwisata juga memberi perhatian penuh untuk memajukan pariwisata.

Sementara yang tidak kalah pentingnya bagi wisatawan adalah Atraksi berupa tontonan yang disajikan bagi para wisatawan.

Kekayaan budaya berupa bendawi seperti halnya situs-situs peninggalan purbakala yang memiliki nilai sejarah, keindahan alam dlsb, dan budaya non-bendawi berupa adat istiadat, seni tari, seni musik dan suara termasuk souvenir dan kuliner termasuk kegiatan keseharian masyarakat yang merupakan kearifan lokal setempat.

Hal ini dibutuhkan sinergitas pemerintah dan masyarakat untuk tetap menyajikan yang terbaik agar para wisatawan tidak mudah bosan dan jenuh. Wisatawan harus membawa kesan yang baik pada saat kembali, yang kemudian akan mempromosikannya kepada teman-temannya di negaranya sendiri.

Jaringan Diaspora Indonesia

Bona Manurung, dari Diaspora Indonesia, salah satu yang ikut dalam rombongan mengatakan, kehadiran rombongan dari Astralia Barat merupakan atas usaha jaringan Diaspora di Austrlia Barat. Kebetulan kepala KJRI di Pert, adalah orang Batak.

Ketika keinginan Diaspora untuk mempromosikan Indonesia disampaikan ke Kementrian Pariwisata, mendapat sambutan positif dan dukungan nyata. Kementrian langsung merespon dengan mendampingi serta memfasilitasi langsung.

Diaspora Indonesia sendiri, merupakan jaringan perantau Indonesia di luar negeri, yang memiliki hubungan langsung dengan Indonesia, dan tinggal di luar negeri, baik yang menetap dan sudah berganti kewarganegaraannya maupun yang belum permanen.

Jaringan Diaspora Indonesia, saling berbagi informasi serta mempromosikan Indonesia. Membuka akses hubungan sosial, dagang, pariwisata, ekonomi, pertanian, teknologi serta seluruh potensi yang diharapkan mendorong pertumbuhan Indonesia.

Sementara Titiek Wahyuni, dari Kementrian Pariwisata RI mengatakan, pihaknya menyambut baik program Diaspora Indonesia di Australia karena sama-sama bertujuan untuk mempromosikan Indonesia.

Diharapkan dengan kunjungan ini, nama Indonesia, Danau Toba, semakin dikenal dan ingin dikunjungi wisatawan di Australia, terutama Australia Barat.

Diharapkan juga para ilmuan, pengusaha di Australia tertarik berinvestasi di Indonesia setelah mendapat informasi dari para ahli yang ikut berkunjung. (esa)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close