Berita

Wagner Damanik Kunjungi Huta Tinggi Saribu: Kampung di Gunung Kadang Terlupakan Pemerintah

RAYA, FaseBerita.ID – Maruli Wagner Damanik dan istri Maya Purba mengunjungi Huta Tinggi Saribu, Nagori Bahapal Raya, Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Minggu (19/1/2020).

Pria yang akrab dipanggil WD ini bersama keluarganya menyempatkan diri mengikuti kebaktian Minggu di GKPS Tinggi Saribu. Sebagai salah satu Sintua di GKPS, jemaat meminta WD untuk menjadi pengkotbah, menyampaikan berita suka cita.

Usai kebaktian di gereja, WD dan keluarga dijamu makan siang sekaligus diberikan dayok nabinatur, sebagai tanda suka cita serta semangat warga atas kehadiran WD ke Tinggi Saribu.

WD yang bakal maju pada Pilkada Simalungun 2020 ini, menurut warga merupakan satu-satunya bakal calon bupati Simalungun yang langsung datang ke Tinggi Saribu, kampung di gunung Simbolon dengan penduduk yang rata-rata masih di bawah garis kemiskinan.

Akses jalan yang masih sangat ekstrim, masih hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, itu pun hanya saat musim kemarau. Jika musim hujan, kondisi jalan licin, maka sebagian besar warga memilih berjalan kaki untuk keluar atau masuk ke kampung.

Belum lagi ancaman longsor yang sewaktu-waktu terjadi pada musim hujan, yang menyebabkan akses tertutup, bahkan fasilitas air bersih dan PLN juga sering terimbas karena longsor.

Dusun Talun Kahombu merupakan dusun terdekat, namun dipisahkan jurang yang sangat dalam. Dari sisi jurang itulah warga membuat jalan dan kemudian melalui jembatan yang di bawahnya mengalir sungai yang cukup deras.

Warga Tinggi Saribu berharap WD kelak terpilih menjadi Bupati Simalungun ke depan, sehingga diharapkan pembangunan ke pelosok-pelosok seperti Tinggi Saribu menjadi prioritas, terutama dalam hal pembangunan jalan yang memadai.

“Kami yang berada di kampung ini semua bertani. Hidup kami sangat tergantung dengan harga hasil pertanian. Jika jalan rusak parah, dipastikan akan berimbas langsung dengan harga yang akan kami terima. Maka kami sangat mengharapkan pembangunan jalan,”katanya.

Wagner Damanik dan istri Maya Purba diberikan dayok nabinatur oleh warga Tinggi Saribu.

Dalam kesempatan itu, warga juga berharap pemerintah ke depan lebih peka kepada kebutuhan masyarakat termasuk dalam mengarahkan pembangunan.

Banyak bangunan yang akhirnya sia-sia karena tidak tepat sasaran, sementara masih banyak masyarakat yang belum tersentuh pembangunan, terutama warga kampung yang sering terlupakan.

Sementara M Wagner Damanik didamping istri Maya Purba menyampaikan terimakasih kepada warga Tinggi Saribu yang telah menjamu dan sekaligus bertukar informasi terkait kondisi warga Tinggi Saribu.

WD juga menyampaikan terimakasih atas tumpangan sepedamotor, atau yang disebut kereta, yang mengantarkan mereka dari Talun Kahombu ke Tinggi Saribu. Walau hanya diboncengan, WD mengaku was-was karena kondisi jalan yang sangat ekstrim.

WD memohon didoakan agar cita-citanya menajadi Parhobas di Simalungun dapat terwujud, sehingga rakyat di Bumi Habonaron do Bona, terutama di kampung-kampung yang selama ini cenderung terlupakan, merasakan kehadiran pemerintah melalui pembangunan yang mendukung roda perekonomian warga. (fe)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button