Berita

Virus Mirip Hog Cholera dan PRRS Serang Ternak Babi

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Virus mirip Hog Cholera dan Porcine Reproductive and Respiratory Syndrome (PRRS) menyerang beberapa ternak babi yang dipelihara oleh masyarakat di Kabupaten Humbang Hasundutan. Tak tanggung, ternak yang terindikasi penyakit tersebut berujung kematian.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Ikan dan Masyarakat Veteriner Dinas Oeternakan dan Perikanan Humbahas, Martongam Lumbantoruan SPt, didampingi Kasi Kesehatan Hewan dan Ikan, Drh Ronal F Sembiring membenarkan serangan virus tadi pada beberapa ternak babi yang menjadi peliharaan masyarakat.

Martongam menjelaskan, kasus itu sudah ditemui sejak pertengahan September lalu di Desa LumbanTobing.

“Ternak itu milik keluarga Vitram Purba dengan gejala demam tinggi, tidak mau makan dan minum, lemas dan tidak sanggup berdiri dan mati setelah 3-7 hari semenjak munculnya gejala. Tindakan medis sudah kita lakukan dengan pengobatan dan pemberian vitamin. Hanya saja, hingga 3-5 hari, ternak tidak menunjukkan gejala kesembuhan dan masih ada babi yang mati,” ujar Martongam di ruang kerjanya, Rabu (16/10/2019).

Guna menekan kematian ternak yang lebih banyak, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Veteriner Medan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara.

“Jumat (27/9/2019) lalu, Dinas kita, bersama Balai Veteriner Medan, didampingi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu serta Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI sudah melakukan survelaince dan investigasi penyebab penyakit berdasarkan gejala dan diperkuat dengan pengambilan darah dan organ untuk diperiksa di Laboratorium yang hasil pemeriksaannya digunakan untuk menentukan jenis penyakit yang menyerang babi,” jelasnya.

Ditanya tentang tindakan awal yang sifatnya preventif, Dianya dengan tegas mengatakan sudah menyurati camat dan petugas peternakan kecamatan se-Kabupaten Humbang Hasundutan, supaya masyarakat lebih waspada terhadap penyakit ternak babi. Bahkan informasi itu juga sudah disebar melalui media papan informasi maupun warta gereja.

“Secara resmi, Sekda juga sudah membuat surat edaran agar masyarakat waspada terhadap penyebaran penyakit ternak babi. Ternak babi juga sudah diberi vitamin guna meningkatkan daya tahan tubuhnya. Kita juga memperkuat biosecurity melalui desinfeksi kandang untuk mencegah masuknya penyakit dan menekan perkembangan penyakit. Bahkan, vaksinasi Hog Cholera sudah dilakukan di semua Kecamatan,” tukasnya.

Terkait jenis penyakit babi yang sesungguhnya, Tongam menyebut sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah penyakit ternak itu Hog Cholera dan PRRS karena dari sisi gejala keduanya memiliki banyak persamaan.

“Dinas kita belum menerima hasil resmi pemeriksaan uji Laboratorium Balai Veteriner Medan sampai sekarang. Kita berharap hasil laboratorium secepatnya kita terima untuk mendapatkan solusi yang lebih baik dan pasti,” pungkasnya. (sht/osi)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close