Berita

Virus Corona Tidak Bisa Berkembang Biak pada Ikan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga Firmansyah Hulu menegaskan bahwa virus corona tidak dapat bertahan hidup dan berkembang biak dalam tubuh ikan. Hal itu disampaikan Firmansyah kepada New Tapanuli, Rabu (28/1) di ruangan kerjanya.

Menurut Firmansyah, memang virus corona dapat menular kepada ikan melalui kontak badan sang penjual yang terdeteksi terjangkit virus corona.

“Misalnya ada pedagang ikan atau yang bergelut di bidang perikanan terdeteksi terkena virus corona. Melalui yang bersangkutan virus itu bisa menular ke ikan ketika terjadi kontak langsung atau bersentuhan,” jelas Firmansyah.

Meskipun seandainya virus corona itu masuk ke dalam ikan, namun virus itu tidak bisa bertahan atau tidak dapat hidup, sebab ikan bukanlah termasuk hewan yang dapat menjadi inang (organisme penampung virus) berkembang biaknya nCov yang masih satu keluarga dengan virus SARS dan MERS tersebut.

“Intinya ikan masih aman untuk dikonsumsi, namun dengan catatan ikan yang akan dikonsumsi harus masak betul. Setidaknya dimasak dengan suhu minimal 120 derajat Farenheit. Termasuk dengan masakan lainnya yang akan kita konsumsi misalnya daging,” jelasnya.

Firmansyah menjelaskan, virus corona tergolong virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke hewan, dan kemudian dapat berpindah ke manusia. “Zoonosis itu kan hewan, atau penularannya hanya melalui perantara hewan. Saat kondisi wabah seperti ini, bisa terjadi penularan langsung antara manusia ke manusia,” ungkapnya.

Begitupun, sambungnya, dinas yang dipimpinnya juga sudah melakukan koordinasi serta menyurati pihak-pihak terkait kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit Pneumonia Novel Coronavirus (nCOV) yang berasal dari Republik Rakyat Tiongkok.

“Yakni agar bersama-sama melakukan pengamatan dan pencegahan terhadap kasus pneumonia. Kemudian kita juga membuka layanan pengaduan masyarakat jika menemukan gejala penyakit tersebut ke nomor Whatsapp (WA) 081264786739 atas nama Mestika dan nomor WA 085270620473 atas nama Ridawani,” ujarnya.

Dia menjelaskan, gejala penyakit tersebut dimulai dengan gejala demam, batuk, sesak dan gangguan pernafasan serta memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum gejala timbul. “Kami juga mengimbau agar masyarakat rajin mencuci tangan pakai sabun, menerapkan etika batuk dan bersin yang benar dengan menjaga jarak dengan orang lain, menggunakan masker bila batuk atau bersin, konsumsi gizi seimbang, perbanyak konsumsi sayur dan buah, rajin olahraga serta istirahat yang cukup, dan tidak mengkonsumsi daging yang tidak masak,” tandasnya.

Sebelumnya ada informasi yang menyebar di media online dan media sosial tentang pernyataan Dinas Kesehatan Kota Sibolga yang menyebut virus corona dapat ditularkan melalui ikan. Hal itu dikatakan Kepala Bidang (P2P) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Sri Wahyuni, terkait kemungkinan penularan virus asal Wuhan, China.

“Kalau potensinya, memungkinkan ditularkan ke ikan, kemudian dikonsumsi manusia,” katanya.

Sri menyebut, proses penularan virus corona melalui penderita yang melakukan kontak langsung (bersentuhan) dengan ikan terlebih pada aktivitas transaksi jual beli ikan.

Hal itu sempat membuat warga resah, khususnya para nelayan. “Apa pernyataan itu sudah melalui pengujian? Lalu apa bukti yang dibawa oleh Dinas Kesehatan sehingga menyatakan virus corona dapat menyebar melalui ikan?” ujar salah seorang warga, M Sihombing (42).

“Pemerintah pusat saja tidak berani menyampaikan memberi kesimpulan tentang penyakit corona, karena mereka masih belum memiliki kesimpulan yang pasti tentang penyakit ini. Akibat dari pernyataan ini, tentu mengakibatkan masyarakat menanggapinya dengan beragam, sampai anak-anak menyampaikan jangan makan ikan dulu, katanya ada virus Corona,” jelas dia.

Namun hal itu dibantah oleh Kadis Kesehatan Firmansyah Hulu. Menurut Hulu yang dikonfirmasi via telepon selulernya, pernyataan atau pemberitaan itu salah narasi. “Itu hanya salah narasi,” jelasnya. (rb/mis)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close