Berita

Viral! Perundungan Seksual dalam Kamar Hotel di Sidimpuan

FaseBerita.ID – Seorang laki-laki dewasa terlihat dianiaya dan dilecehkan secara seksual serta direndam dalam bak air. Itu terekam jelas dalam video yang kemudian menyebar dengan luas dan cepat serta jadi bahan pergunjingan (viral) di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di salah satu kamar hotel di Kota Padangsidimpuan.

Ada empat video dengan durasi masing-masing belasan detik. Dalam video itu terlihat, korban yang diduga berkebutuhan khusus itu terpojok di antara lemari, kemudian ditendang. Terlihat ada tiga orang yang seperti mengintimidasinya.

“Jadi, sedangkan aku gak pernah dibuat ya kayak gitu kau,” kata suara dari orang merekam video, kemudian memukul.

Di video lain, seorang perempuan berkaos hitam memaksa korban menungging kemudian dari belakang perempuan itu menekankan kakinya ke bokong pria berkebutuhan khusus itu. Parahnya, si perekam video menyuruhnya untuk membuat mimik wajah seperti orang terangsang.

Dalam video lainnya juga, pria berinisial ASH itu direndam dalam bak air. Dan yang merekam video memaksa ASH untuk tetap berada dalam bak, dan mengucapkan permintaan maaf.

“Cepat, minta maaf. Cepat minta maaf au da Kak, inda hu baen be songoni (Minta maaf aku ya kak, tak ku buat lagi begitu),” ucapnya.

Video itu pertama sekali dibagikan oleh akun bernama Tukma Harahap. Dalam keterangannya di media sosial itu, Tukma berencana menempuh jalur hukum atas perundungan dan penganiayaan terhadap korban yang tak lain adalah abangnya sendiri.

Dari postingannya itu, terakhir terpantau dibagikan sebanyak 555 kali dan dikomentari sebanyak 511 komentar.

Tukma mengaku sedih dan kesal karena abangnya dibuat begitu dengan perlakuan tanpa prikemanusiaan. Ia sendiri saat ini ada di perantuan di Kota Batam.

Namun mendapat kabar dari keluarganya di Kecamatan Batangtoru perihal peristiwa itu. Untuk itu pun ia membagikan di media sosial, agar penegak hukum mengetahuinya.

“Abangku ini kan dibilang ada kurang-kurangannya (berkebutuhan khusus), gak normal. Jadi selama ini sepengetahuan saya memang ikut-ikut sama mereka (pelaku) aja itu,” kata Tukma dalam sambungan telepon selular, Selasa (4/8).

Menurut pengakuan korban ASH (21), kata Tukma, kejadian itu berlangsung pada Senin (3/8) di dalam kamar salah satu hotel di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

“Kalau pelakunya yang pasti saya kenali baru satu. Itu orang Batangtoru juga, yang gemuk. Pelakunya itu pun sudah datang ke rumah, mau mau berdamai, tapi saya bilang jangan. Karena kasih abang saya digitukan,” ungkap Tukma.

Sementara kami belum mendapat keterangan dari para pembuat video, namun diduga penyiksaan itu buntut dari transaksi praktik prostitusi yang tidak sesuai.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padangsidimpuan AKP Bambang H Tarigan yang mengetahui hal itu, menyebut bila peristiwa itu akan diselidiki dahulu. Ia pun sudah mendapat rekaman video penyiksaan itu. “Kita cari dulu orangnya, kita tindaklanjuti nanti,” katanya. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button