Berita

Viral Pasien Bersalin Sendiri di RSU FL Tobing: Cipayung Plus Minta Evaluasi Tenaga Medis

FaseBerita.ID – Aliansi pemuda dan mahasiswa Sibolga-Tapteng yang dikenal dengan sebutan Cipayung Plus, meminta Walikota Sibolga mengevaluasi kinerja para tenaga medis RSU FL Tobing, terkait viralnya pasien melahirkan seorang diri tanpa bantuan dari pihak medis beberapa hari lalu.

“Kalau ditemukan ada SOP yang salah, segera ambil langkah tegas. Bila perlu mengevaluasi Direktur RSU FL Tobing Sibolga. Karena kejadian itu menyangkut nyawa manusia,” ujar Junaidi Syaputra, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) cabang Sibolga- Tapteng, usai melakukan pertemuan bersama Cipayung Plus di Jalan Katamso Sibolga, Sabtu (14/11) lalu.

Hal yang sama juga dilontarkan Ganda Anugerah, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sibolga-Tapteng, kepada awak media.

Ia menyebutkan, Direktur RSUD FL Tobing harus mampu me-manage personilnya, untuk selalu memberikan layanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat.

Baca juga: Viral! Pasien Melahirkan Sendiri di RSU FL Tobing Sibolga

“Posisi Direktur RSUD Ferdinan LumbanTobing harus orang yang berkompeten dan berintegritas memberi pelayanan yg terbaik terhadap masyarakat, apalagi situasi saat ini (pandemi covid),” tegasnya.

Masih di tempat yang sama, Arwanto Laoli, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sibolga-Tapanuli Tengah juga menyinggung soal sanksi terhadap paramedis yang tidak melaksanakan tugas pelayanan secara maksimal kepada pasien maupun keluarga pasien.

“Dokter ataupun perawat yang pada saat itu bekerja harus diberi sanksi. Bila perlu pasien yang diterlantarkan bersama keluarga membuat pengaduan. Ini demi kebaikan pelayanan dan penanganan pasien di Rumah Sakit Umum Sibolga kedepannya,” ucapnya.

Sementara Aloysius Ifan Gulo, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sibolga-Tapteng mengatakan, penelantaran pasien tersebut dinilainya telah melanggar kode etik profesi.

“Ketegasan kinerja dokter maupun perawat pada kejadian persalinan itu, terkesan melanggar kode etik profesi,” sebutnya.

Selanjutnya, Cipayung Plus ini sepakat, meminta Pemko dan Polres Sibolga menindak tegas oknum maupun pihak RSUD FL Tobing Sibolga yang dinilai menelantarkan pasien, sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.

Sebelumnya diketahui, Dian Yuliani (22), warga Gang Pelaut, Kelurahan Aek manis, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, menjalani persalinan tanpa bantuan tenaga medis saat berada di Rumah Sakit Umum FL Tobing Sibolga, Rabu (11/11) lalu.

Ernawati Tanjung, ibu Dian, menuturkan awalnya Dian dibawa ke bidan praktik guna pemeriksaan.

Kemudian, Dian diarahkan ke Puskesmas untuk mendapatkan hasil tes deteksi Covid-19. Hingga akhirnya, Dian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah FL Tobing Sibolga, karena dinyatakan suspect atau diduga mengidap virus. Dan, ditempatkan di ruang isolasi.

“Anak saya dibawa ke rumah sakit, dan dimasukkan ke ruang isolasi,” kata Ernawati, saat dikonfirmasi, Kamis (12/11).

Menurut Ernawati, selama di ruang isolasi, tidak satupun tenaga medis terlihat mendampingi anaknya.

Bahkan pihak keluarga juga kesulitan mendapat izin untuk membesuk Dian. “Anak saya (Dian) menelepon, “Mak, saya mau buang air kecil”, barulah saya tau anak saya sendiri di situ. Tidak ada yang menemani anak saya,” terangnya.

Setelah menunggu lama, kata Ernawati, pihak rumah sakit kemudian memberitahu keluarga tentang rencana tindakan operasi terhadap Dian, dengan alasan guna menyelamatkan nyawa ibu dan bayi dalam kandungan saat proses melahirkan.

“Katanya, denyut jantung bayi 170. Membahayakan bagi ibunya, dan membahayakan bagi janinnya. Katanya, janinnya bermasalah. Harus operasi kalau Covid,” kisahnya.

Saat menanti dilakukan operasi, Dian yang masih berada di ruang isolasi merasa kesakitan karena akan melahirkan.

Ernawati menyebut, kala itu proses persalinan anaknya dilakukan tanpa bantuan penanganan tenaga medis. “Di ruang isolasi, anak saya melahirkan tidak ada siapa-siapa. Saya sendiri yang menangani sampai keluar si bayi,” keluhnya.

Sementara itu Direktur RSU FL Tobing Sibolga dr Hotma Hutagalung yang dikonfirmasi New Tapanuli melalui telepon seluler terkait adanya dugaan penelantaran pasien, langsung mematikan HP-nya. Begitu juga pesan singkat SMS uyang dilayangkan juga tidak masuk karena HP langsung dimatikan. (mis)

iklan usi



Back to top button