Berita

Usut Dugaan Korupsi Sejumlah Proyek di Kantor Navigasi Sibolga!

SIBOLGA, FaseBerita.ID– Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Muda Perjuangan Rakyat (GEMPAR) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Navigasi Sibolga, Selasa (4/2). Adapun tuntutan yang disampaikan, terkait adanya dugaan korupsi pada sejumlah proyek sejak tahun 2017 hingga 2019.

Adapun proyek tahun 2019 yang dimaksud, di antaranya, pemeliharaan docking kapal KN Mandalika senilai Rp15.643.790.000. Kemudian, replacement rambu suar 10 M (laut) Teluk Lagundri senilai Rp1.295.279.000 dan Replacement rambu suar 15 M (laut) Pulau Poncan Besar senilai Rp1.832.880.000. Selanjutnya ada pembangunan tembok penahan longsor SROP Sikara-kara senilai Rp1.144.340.000, replacement rambu suar 15 M (laut) Lahewa senilai Rp1.464.880.000 dan Pembangunan tempat parkir speed boat senilai Rp1.470.080.000.

Lalu pengadaan bahan makanan PNS senilai Rp1.696.684.000, Pemeliharaan kapal Rp373.908.000, BBM SROP Rp176.000.000, BBM Kapal Negara Rp692.235.000, Pengadaan peralatan suku cadang SNBP Rp1.172.000.000 dan Pengadaan peralatan suku cadang SROP senilai Rp510.000.000.

Simon Situmorang yang mewakili Gempar dalam orasinya menyebutkan, berdasarkan data dan informasi yang diperoleh pihaknya, proyek di kantor Navigasi Sibolga sarat dengan dugaan korupsi.

Dia juga mengatakan, dalam waktu dekat mereka akan melaporkan dugaan korupsi tersebut ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta. “Kami minta dengan tegas kepada aparat penegak hukum agar mengusut dugaan korupsi ini.

“Kami pastikan minggu depan, setelah data-data yang kami kumpulkan memenuhi unsur, kami pastikan kepada kepala kantor Navigasi Sibolga dan PPK, kami akan berangkat ke Jakarta, ke Kajaksaan Agung Republik Indonesia untuk melaporkan indikasi korupsi tersebut. Kami minta kepada bapak Jaksa Agung untuk memanggil dan memeriksa semua stakeholder yang melaksanakan proyek tersebut,” imbuhnya.

Di akhir orasinya, Simon memastikan kalau ini bukan merupakan aksi pertama. Dalam waktu dekat, mereka berjanji akan datang kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi, menyampaikan tuntutan yang sama. “Kami punya komitmen yang kuat, kami akan kembali ke sini, melakukan aksi lagi di sini,” pungkasnya.

Amatan, perwakilan kantor Navigasi, Sozanolo mencoba berdialog dengan para pendemo dengan menawarkan waktu dan tempat untuk menjawab semua tuntutan yang telah disampaikan. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh Simon. Dia kemudian mengarahkan massa untuk membubarkan diri dengan tertib.

Di bawah pengawalan ketat polisi, demo yang digelar sejak pukul 10.30 WIB tersebut berjalan dengan aman dan kondusif.(ts/fi)



Unefa

Pascasarjana
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker