Berita

Usut Dugaan Korupsi DBH Labusel

LABUSEL, FaseBerita.ID – Warga nitizen memberikan sejumlah komentar terkait sejumlah oknum Polisi yang melakukan penggeledahan di Kantor BPKAD Labuhanbatu Selatan (Labusel), Kamis (18/7/2019).

Informasi dihimpun, kedatangan sejumlah oknum polisi itu untuk melakukan pengembangan kasus dugaan penyelewengan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2013 hingga 2015. Bahkan pengembangan kasus tersebut yang menyeret nama oknum Bupati Labusel, WAT sebagai saksi. Wargapun mulai berharap kepada polisi agar kasus itu bisa tuntas hingga menyeret pelaku utama ke ranah hukum.

Seperti FH, salah seorang warga Labusel mengatakan terkait adanya penggeledahan kantor keuangan Labusel masyarakat berharap polisi benar-benar serius sebab selama ini masyarakat kurang percaya polisi memproses hukum terkait bupati.

“Siapapun pelaku korupsi di Labusel harus segera di ungkap dan terang benderang,” ujarnya Jum’at (19/7/2019).

Senada, MY warga Kotapinang, di dinding FB medsos Group Komtas Ngopi Labusel Kamis (19/7) menuliskan Pagi hari ini Kantor BPKAD Labusel di geledah oleh tim dari POLDA Sumut. Berkas-berkas disita dan dikemas dalam kotak fiber. Info yg didapat adalah menyangkut kasus UP PBB yg telah memeriksa Bupati Wildan sebagai saksi.

“Pak KapolriCq Kapolda yth, KOMTAS NgoPi berharap kasus ini tidak berlarut-larut dan kalau memang #terbukti WAT tersangkut maka segeralah ditersangkakan sebelum masuk tahun politik yakni pilkada 2020. Kalau tidak, ya segera juga keluarkan SP3 nya,” tulisnya yang dibanjiri like dan komen dari Netizen.

Salah satu komen Netizen Roni yang berucap terimakasih kepada Dit Tipikor Poldasu yang sudah mulai mengungkap kasus dugaan korupsi di Labusel.

“Terimakasih DitTipiKor Poldasu yang sudah bergerak mengungkap kasus Korupsi yang terstruktur sistemik dan massif di Labusel. Bravo POLRI … !!!”, tulisnya.

Lain Lagi halnya Roberr Kennedy Sinurat, netizen satu ini menulis komen berbeda.”Aku pastikan,.. WAT pasti tetap aman. Kalau beneran WAT tetap aman,.. Jangan lupa Kita buat keramaiannya,… . Ungkap dan buktikan kalau WAT itu bersalah. Tangkap… dan penjarakanWAT,” jelasnya.

Terpisah,Kabag Humas Sekdakab Labusel saat dikonfirmasi Wartawan Jum’at (19/7/2019) mengatakan usai penggeledahan di Kantor BPKAD Labusel aktifitas kerja di kantor itu tetap berjalan normal. “Kegiatan aktifitas di Kantor BPKAD Labusel normal seperti biasa,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah personel Poldasu menggeledah kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Pemkab Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Kamis (18/7/2019) sekira jam 10.00 WIB.

Baca juga: Kantor BPKAD Labusel dan Labura Digeledah: Bupati Diperiksa Sebagai Saksi

Sebelumnya, Kamis (18/7/2019) Kantor BPKAD Labusel di kawasan Komplek Perkantoran jalan Sosopan, Kotapinang, Kabupaten Labusel tampak sejumlah personel Reserse Kriminal Khusus Poldasu mengenakan jaket hitam menyita sejumlah berkas. Sejumlah data itu dikemas ke dalam kotak fiber transparan bertutup warna hijau.

Suasana penggeledahan perkantoran itu mengundang perhatian para aparatur sipil negara (ASN) di komplek itu.

Diduga penggeledahan terkait penyelewengan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2013 hingga 2015 yang menyeret nama oknum Bupati dan oknum Bupati Labusel, WAT.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Poldasu, Kombes Pol Rony Samtana, dikonfirmasi Kamis (18/7/2019) perihal penggeledahan kedua kantor keuangan di dua Pemkab tersebut, membenarkannya. “Ya benar ada tim yang turun. Ke Pemkab Labusel dan Labura,” katanya. (int)

iklan usi



Back to top button