Berita

Usai Rapat, 20 Pegawai RSU FL Tobing Diduga Keracunan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Sebanyak 20 pegawai Rumah Sakit FL Tobing Sibolga diduga keracunan makanan. Menurut informasi yang diperoleh, kejadian setelah mereka mengkonsumsi kue kotak pesanan rumah sakit pada Kamis (11/4) lalu.

“Kalau gak salah 20 orang kabarnya yang keracunan. Tapi gak tahu pastinya, apakah karena makan kue kotak atau karena yang lain. Karena, saat itu sedang ada rapat di rumah sakit,” kata sumber singkat, Jumat (12/4).

Informasi tersebut dibenarkan oleh Humas Rumah Sakit FL Tobing Sibolga, Tigor Tambunan. Saat dikonfirmasi via telepon selularnya, Tigor mengaku masih ada 3 pegawai lagi yang dirawat intensif di rumah sakit pemerintah tersebut. “Kejadiannya kemarin, sekarang tinggal tiga lagi yang masih dirawat di rumah sakit,” kata Tigor.

Bahkan, salah seorang korban yang mengalami muntah-muntah usai memakan kue tersebut adalah dirinya. “Termasuk saya. Ada 10 kali saya ke kamar mandi. Kejadiannya, 2 jam setelah makan kue kotak itu. Rapat hari ada 2 sesi. Sesi pertama 9 orang yang kena. Di sesi kedua kamilah, 11 orang,” ungkapnya.

Namun, dia belum bisa memastikan sumber bakteri penyebab muntah dan buang air besar tersebut. Karena, hingga kini, pihak dinas kesehatan masih melakukan pemeriksaan terhadap kue tersebut. “Ada dua macam kuenya, risol dan sus. Pihak dinas kesehatan sudah mengambil sample untuk diperiksa. Jadi, belum bisa dipastikan, apakah kue itu merupakan sumbernya,” pungkasnya.

Terpisah, WW pemilik tempat pemesanan kue membenarkan kalau kue rumah sakit FL Tobing tersebut berasal dari mereka. Namun, WW membantah kalau kue yang dia jual beracun. “Gak mungkin. Karena, sehari itu, bukan cuma mereka (rumah sakit FL Tobing) yang mesan kue. Tapi mereka gak komplain, gak terjadi apa-apa,” kata WW.

Apalagi kata dia lanjut menjelaskan, malam kejadian, ada beberapa pegawai rumah sakit yang juga mengkonsumsi kue tersebut, tidak mengalami muntah-muntah dan buang air besar. “Ada laki-laki, pegawai rumah sakit itu juga, diapun memakan kue itu. Tapi, gak apa-apa. Mungkin lagi musim penyakit,” ketusnya.

Selain itu, WW juga menjelaskan bahwa.kue yang dia jual bukan hasil produksinya. Melainkan, berasal dari beberapa produsen rumah tangga yang ada di Kota Sibolga.

“Kami gak ada membuat kue. Banyak macam kue kami, bukan kami yang buat. Semua titipan. Kalau ada yang mesan, kami suruh diantar. Sudah 38 tahun kami jual kue,” pungkasnya.

Hari itu, pihak rumah sakit memesan 95 kotak kue, masing-masing kotak berisi 2 jenis kue basah. “40 pagi, 40 siang, tambah 15 kotak lagi. Cuma 2 macamnya yang mereka pesan hari itu. Risol dan sus,” terangnya. (ts)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button