Berita

Usai Nyabu, Dua Residivis Kembali Masuk Bui

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Personel Polres Sibolga menangkap dua pria yang diduga akan menjadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Keduanya, RFSS alias F (36) warga Jalan Sudirman, Aek Parombunan, Sibolga Selatan dan AR alias S (44) warga Jalan Elang, Aek Manis, Kelurahan Kaliangsana, Kali Jati, Subang, Jawa Barat.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin mengatakan, penangkapan berawal dari adanya laporan masyarakat yang resah dengan peredaran narkoba yang semakin meresahkan. “Kemudian, dilakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus tersebut. Berdasarkan informasi tersebutlah, akhirnya kita berhasil menangkap keduanya di depan rumah F,” kata Sormin.

Dari hasil tes urine, keduanya positif mengandung Amphetamine.

Menurut tersangka F, dia memeroleh sabu seberat 30 gram dari seseorang yang identitasnya telah dikantongi oleh polisi. Dari Rp30 juta harga yang disepakati, tersangka baru membayar panjar sebesar Rp5 juta. “Transaksi dilakukan di dekat rumah ibadah, di Jalan Bangau,” terang Sormin.

Kemudian, tersangka F memaketi sabu tersebut menjadi paket kecil untuk diedarkan kembali. Sebelum ditangkap, tersangka F dan S baru pulang minum tuak dari daerah Sipan Sihaporas. Karena lapar, keduanya makan di rumah F. Setelah kenyang, keduanya keluar rumah dan pergi ke semak-semak untuk mengkonsumsi sabu.

“F mengambil sebungkus sabu-sabu terbungkus plastik bening berbalut kertas dan lakban hitam yang disimpan dalam tanah. Setelah selesai konsumsi sabu, mereka membuang alat hisap atau bong dan kembali ke rumah,” ungkapnya.

Beberapa saat kemudian, saat keduanya keluar rumah, langsung diamankan oleh petugas.

“Barang bukti yang disita, dari saku celana belakang sebelah kiri tersangka F, disita dompet berisi uang Rp1.465.000 dan dari saku celana belakang sebelah kanan ditemukan dompet berisi uang Rp30.000 dan dari saku celana sebelah kiri disita 1 unit HP merk Strawbery warna hitam,” terangnya.

Kemudian dari depan rumah, di dalam bak panggangan besi dalam timbunan tanah ditemukan 5 bungkus sedang sabu-sabu dan dari timbunan tanah samping rumah ditemukan sebuah plastik Momy Pako Pants warna kuning yang berisikan plastik asoy warna hitam dan di dalamnya ditemukan tabung logam permen double mint warna hijau berisikan 12 bungkus kecil sabu-sabu yang terbungkus plastik bening berbalut kertas dan lakban warna hitam. Dari plastik cup warna hijau berisi 34 bungkus kecil sabu-sabu terbungkus plastik bening dibalut kertas dan lakban warna hitam.

Selain dijual F sabu-sabu itu juga untuk dikonsumsi sendiri. Dari data kepolisian, keduanya merupakan residivis yang sebelumnya pernah dihukum dalam kasus yang sama. F pernah dihukum 2 kali, pada tahun 2008 divonis 6 bulan dan tahun 2010 di vonnis 1 tahun di Lapas Tukka.

S pernah dihukum pada tahun 2010 selama 6 tahun di Lapas Tukka. Keduanya kini ditahan di RTP Mapolres Sibolga. F dikenakan pasal 114 ayat 2 Subsider pasal 112 ayat 2 Jounto pasal 132. Sedangkan S dikenakan pasal 114 ayat 2 Subsider pasal 112 ayat 2 Jounto pasal 132 atau pasal 127 ayat 1 huruf a dari Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. (ts/osi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button