Berita

Usai Diprotes Warga, Pengusaha Tanah Timbun Perbaiki Jalan

RANTAUPRAPAT, FaseBerita.ID – DPRD Kabupaten Labuhanbatu mengapresiasi tindakan Syamsul salah seorang warga Jalan Belibis, Lingkungan Simpang Mangga, Kecamatan Rantau Selatan.

Dia berani dan berhasil menuntut pengusaha tanah urug (tanah timbun) untuk memperbaiki kerusakan badan jalan umum di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebelumnya diinformasikan, akibat dilintasi puluhan dump truk bermuatan tanah timbun diduga overtonase, menyebabkan rusaknya sejumlah titik di Jalan Belibis Lingkungan Simpang Mangga, Rantauprapat.

“Kita apresiasi tindakan Syamsul. Warga yang berani protes, menuntut perbaikan kepada pihak pengusaha tanah urug,” ujar anggota DPRD Labuhanbatu Ahmad Jais, Senin (25/3), kepada wartawan.

Dia berharap, banyak warga seperti Samsul yang peduli dengan lingkungan dimana ia bertempat tinggal. Khususnya, mengambil langkah positif terhadap oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan tanpa memperhatikan kepentingan umum.

“Salah satunya, oknum yang ingin meraup keuntungan besar, namun tidak memikirkan fasilitas umum yang rusak karena aktivitas pekerjaannya. Seperti truk over tonase  yang memasuki jalan yang bukan kapasitasnya,” cetusnya.

Sementara, Syamsul saat ditemui wartawan mengaku gerah melihat kondisi badan Jalan Belibis, Simpang Mangga, Rantauprapat, yang mengalami kerusakan. Terlebih akibat dilintasi truk pengangkut tanah.

“Rusaknya karena berjejer truk pengangkut tanah melintas menuju proyek RPK 2 yang ada di daerah Padang Pasir, Kelurahan Urung Kompas,” ungkap Syamsul, Minggu (24/3) siang. Karena kerusakan badan jalan itu, sambungnya, juga menyebabkan jalan berdebu.

Bahkan, penyebab terjadinya kecelakaan lalulintas. “Beberapa waktu lalu, anak-anak sekolah pernah terjatuh dari kendaraan, di jalan rusak tersebut,” sebutnya.

Karena itu, dia memberanikan diri menemui pengusaha pengangkutan tanah urug. Hasilnya, pihak pengusaha mempekerjakannya untuk memperbaiki badan jalan dengan pola betonisasi. “Saya diminta untuk membeton badan jalan yang rusak. Modalnya dibiayai pihak pengusaha tanah urug yang bernama Junaidi,” tandasnya. (bud.ahu)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button