Berita

Upacara Hapsak di Bandar Betsy: Fragmen Gugurnya Letda Soedjono tetap Ditampilkan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Fragmen yang menceritakan gugurnya Latda Soedjono yang dibantai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di perkebunan karet Bandar Betsy kembali ditampilkan. Penampilan fragmen tersebut memang ada setiap tahun usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila (Hapsak).

Seperti juga tahun ini, fragmen Letda Soedjono ditampilkan usai upacara peringatan Hapsak tingkat Sumatera Utara (Sumut) di Lapangan Tugu Letda Soejono Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Selasa (1/10/2019) pukul 10.00 WIB.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Sumut Letjen Purn Edi Rahmayadi bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan Hapsak dengan thema ‘Pancasila sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa menuju Indonesia Maju dan Bahagia’. Sedangkan Perwira Upacara Kasiper Korem 022/Pantai Timur dan Komandan Upacara Danyonif 126/KC. Sedangkan ikrar dibacakan anggota DPRD Sumut Wagirin Arman yang menyatakan, kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Sedangkan di barisan peserta upacara ada pasukan TNI/Polri yakni AD, AL, AU, dan Brimob, personil Polres Simalungun dan Polres Pematangsiantar, ASN Pemkab Simalungun, Satpol PP Simalungun, organisasi kepemudaan, pelajar, dan Pramuka.

Upacara dihadiri Forum Koordinasi Pemimpin Daerah (Forkopimda) Sumut, Bupati Simalungun JR Saragih, beserta Forkopimda Simalungun, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah beserta Forkopimda Pematangsiantar. Juga Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Oppusunggu, didampingi seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Simalungun.

Tampak juga para PJU dari unsur TNI sejajaran Kodam 1 Bukit Barisan, Lantamal dan Lanud, para PJU Poldasu, pimpinan PTPN/BUMN, ASN, dan lainnya

Sebelum upacara, Gubsu beserta rombongan disambut Bupati Simalungun didampingi Forkopimda Simalungun plus tarian Tortor Sombah. Usai penyambutan, dimulai acara pokok upacara.

Upacara dirangkai peletakan karangan bunga di Tugu Letda Soedjono oleh Gubsu, gesekan biola lagu-lagu kepahlawanan, seperti Gugur Bunga oleh pebiola Era Millennisa Baqi Dalimunthe (Era Baqi), tarian delapan etnis, dan fragmen peristiwa Bandar Betsy.

Melalui fragmen diceritakan, Kamis, 14 Mei 1965, di areal perkebunan Bandar Betsy, Letda Soedjono dibantai anggota PKI dan gugur saat mengamankan aset perkebunan.

Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi kepada wartawan mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawanya.

“Kita adalah bangsa yang besar, provinsi yang besar. Sejarah Letda Soedjono tidak terlepas dari kekejaman G 30 S/PKI yang mana ingin merusak tatanan kehidupan yang diatur di dalam Pancasila. Tapi kesaktian Pancasila membuktikan Pancasila tidak bisa digeser dan diubah oleh siapapun.

Walikota Siantar Minta Jaga Persatuan & Kesatuan

“Masyarakat jangan sampai memberi ruang pada ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila, khususnya paham radikal dan komunis yang berkembang di tengah-tengah masyakarat, khususnya di Kota Pematangsiantar. Masyarakat harus memegang teguh Pancasila, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa”.

Demikian disampaikan Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah Noor SE MM usai memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila (Hapsak) di Lapangan H Adam Malik Pematangsiantar, Selasa (1/10/2019) pagi.

Upacara tersebut dilaksanakan untuk mengenang tujuh perwira TNI AD (Pahlawan Revolusi) atas kesetiaannya kepada Pancasila sebagai dasar negara.  Ketujuh Pahlawan Revolusi tersebut terbunuh dalam kudeta yang disebut Gerakan 30 September (G30S)/PKI tahun 1965.

Upacara juga dihadiri Wakil Walikota Pematangsiantar Togar Sitorus, Ketua Sementara DPRD Timbul Lingga, unsur Forum Koordinasi Pemimpin Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri siswa/siswi, mahasiswa, dan lainnya

Bersamaan dengan peringatan Hapsak, diserahkan hadiah kepada Kecamatan Terbaik di Pematangsiantar. Terbaik pertama Kecamatan Siantar Timur, terbaik Kedua Siantar Martoba, dan terbaik ketiga Siantar Simarimbun. (rel)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button