HUT RI
Berita

Unjuk Rasa KOMPASS: Usut Dugaan Korupsi di Dinas Perhubungan!

FaseBerita.ID – Aksi unjuk rasa mengatas namakan Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Siantar-Simalungun (KOMPASS) di Polres Pematangsiantar dan kantor Walikota Pematangsiantar, Kamis(2/5), mendesak aparat hokum mengusut kasus dugaan korupsi di Dinas Perhubungan Kota Siantar.

Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Siantar-Simalungun turun ke jalan untuk mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan korupsi oknum Kepala Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar, ES.

Awalnya mereka mendatangi Polres Pematangsiantar dan menyampaikan agar kepolisian mengusut dugaan korupsi di Dinas Perhubungan yang diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp400 juta.

Arif Harahap sekalu kordinator aksi meminta polisi supaya memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar.

Disebutkan Arif, Kepala Dinas Perhubungan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) harus diminta pertanggungjawabannya dalam kegiatan pengadaan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, pengadaan Running Teks dengan pagu anggaran Rp704 juta.

Dalam proyek tersebut diduga telah merugikan negara mencapai Rp400 juta.

“Kami menemukan running teks di wilayah Kota Pematangsiantar kira-kira 27 unit. Dan dari data yang kami dapat bahwa harga 1 unit running teks sekitar Rp6 juta per buah. Sehingga bila ditotalkan hanya menghabiskan uang negara mencapai Rp162 juta,” terang Arif.

Jika dihitung dengan anggaran yang disediakan mencapai Rp704 juta, maka proyek tersebut dianggap terjadi duggaan korupsi mencapai Rp400 juta.

Disebutkan juga, running teks di Kota Siantar sudah banyak rusak, sehingga keunggulan alat yang dibelanjakan oleh pemborong tersebut patut dipertanyakan kualitasnya.

Hal yang mengherankan menurut Airf, sebagai pemenang dalam proyek ini adalah CV Sahabat Kerja yang alamatnya di Jalan Mayjen Sungkono Kota Madiun di Provinsi Jawa Timur.

“Kenapa sampai dari Jawa Timur yang mengerjakan proyek ini,” terangnya. Dengan kejanggalan-kejanggalan tersebut, diminta kepolisian agar mengusut dugaan korupsi tersebut.

Di Polres Pematangsiantar, mereka diterima oleh perwakilan dari Polres dan menyampaikan terimakasih atas informasinya. Disebutkan, Polres Pematangsiantar akan mempelajari informasi yang disampaikan Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Siantar-Simalungun.

Usai dari Polres Pematangsiantar, massa kemudian bergerak ke Kantor Walikota Pematangsiantar. Di sana mereka mendesak agar Walikota Siantar juga memanggil Esron Sinaga selaku Kadis Perhubungan.

Isi materi yang mereka sampaikan juga sama dengan apa disampaikan di Polres Pematangsiantar yakni tentang dugaan korupsi di Dinas Perhubungan. Setelah menyampaikan orasinya, mereka di temui oleh Humas Pemko Siantar Hamam Soleh dan Kabag Tapem Junaidi Sitanggang. Mereka menyebutkan akan menampung aspirasi massa dan selanjutnya menyampaikan ke Walikota Siantar.

Mendengar jawaban itu, massa selanjutnya membubarkan diri dengan tertib. (mag04/pra)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button