Berita

Ungkap Kasus Narkoba Madina: Kejar Pelaku, Kasat Narkoba Terjun ke Sungai

FaseBerita.ID – Polres Madina mengungkap dua kasus tindak penyalahgunaan narkotika yang terjadi di Wilayah hukum Polres Mandailing Natal (Madina).

Pengungkapan kasus ini langsung dipimpin Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi didampingi Kasat Narkoba AKP Manson Nainggolan, saat menggelar konferensi Pers di Mapolres Madina, Rabu (22/7) pagi.

Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi mengatakan, kasus pertama terjadi pada Jumat 03 Juli lalu sekira pukul 10.00 Wib, di TKP Desa Sipaga Paga Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Dengan tersangka sebanyak dua orang yang masing-masing YC (34) dan Y (44), keduanya ialah warga Sumatera Barat (Barat).

Untuk kasus kedua terjadi pada Selasa 07 Juli lalu sekira pukul 22.00 Wib, di TKP Lintas Timur Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Madina. Dengan tersangka yakni IMS (21) dan DH (25), warga Kota Padangsidimpuan.

Horas menjelaskan, dari kasus pertama polisi mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,19 gram.

Dan satu unit Mobil Toyota Avanza warna putih dengan Nopol BA 1032 LD beserta uang sebesar Rp200 ribu.
Sementara, untuk kasus kedua pihaknya mengamankan barang bukti sebanyak delapan (8) ball ganja kering yakni seberat 8,250 gram. Juga satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna biru silver tanpa Nomor Polisi (Nopol).

“Hari ini kita press release terkait penangkapan narkotika jenis ganja dan sabu. Untuk TKP-nya dua tempat di Lintas Timur dan di Desa Sipaga paga. Untuk barang bukti narkotika jenis ganja ada sebanyak 8 ball dengan berat 8,250 gram. Sementara untuk narkotika yang jenis sabu barang buktinya seberat 0,19 gram,” sebut Kapolres Madina Horas Tua Silalahi.

Kronologis Penangkapan hingga Kasat Narkoba Terjun ke Sungai

Kasat Narkoba Polres Madina AKP Manson Nainggolan menceritakan kronologis terjun ke sungai yang berada di depan Pasir Putih Lintas Timur, untuk mengamankan seorang pelaku yang mencoba melarikan diri dengan barang bukti delapan ball ganja kering yang hendak dibawa ke Lapas Kota Padangsidimpuan.

Kasat menerangkan dua pelaku IMS dan DH yang menaiki sepeda motor Jupiter MX itu terjatuh setelah dipepet oleh mereka pada saat penangkapan di lokasi TKP tersebut.

Kemudian, kata Mantan Kasat Reskrim Polres Madina ini dua pelaku asal Kota Salak ini pun terjatuh. Tapi, pelaku IMS kabur mengendarai sepeda motornya dan membawa barang bukti itu dengan menceburkan diri ke sungai yang berada di sekitar TKP.

“Setelah kita pepet dan mereka terjatuh, pelaku DH ini lari ke jalan, dan pelaku IMS kabur dengan menceburkan diri berikut sepeda motor yang dipake itu ke sungai. Anggota saya mengejar pelaku DH, saya terjun ke sungai untuk mengamankan si IMS berikut barang bukti itu,” kata Kasat menceritkan kronologis penangkapan, di ruangannya. Rabu (22/7).

Malam itu kondisinya memang hujan deras dan debit air pada sungai itu pun sedang naik. Saat itu kedalaman sungai ini sekitar lebih kurang 1,5 meter lebih.

“Si pelaku IMS berusaha kabur dengan berenang melawan arus sungai itu, saya pun terjun ke sungai. Tapi kemudian dia ini menyerah. Dia kan pendek, mungkin dia kecapean melihat saya terus mengejar. Dia minta ampun dan sempat minta tolong ke saya, dia hampir mau tenggelam karena kecapaean,” tutur AKP Manson Nainggolan.

Dari pengakuan kedua pelaku ke petugas, bahwa narkoba 8 ball ganja ini dipesan oleh seorang narapidana yang mendekam di Lapas Padangsidimpuan. Mereka dikasih upah sebesar Rp150 ribu per gram.

“Setelah nanti mereka sampai di Padangsidimpuan, mereka akan menghubungi narapidana itu. Dan akan dilakukan transaksi lewat suruhan oleh narapidana ini. Pengakuan dari kedua pelaku ini suruhan dari narapidana ini nanti adalah penjaga Lapas tersebut,” jelas Kasat sembari mengatakan karena HP si pelaku ini kecebur ke sungai dan rusak sehingga pihaknya kesulitan mengungkap narapidana di Lapas Padangsidimpuan yang dimaksudkan.

Sementara, untuk dua orang pelaku yang diamankan di TKP Desa Sipaga-paga sebelumnya pihaknya mendapat informasi bakal ada transaksi narkoba di lokasi TKP tersebut.

Pihaknya pun langsung ke Desa Sipaga-paga untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kata Kasat, hingga pada pukul 10.00 WIB pagi, pihaknya yang melakukan penyelidikan pun belum kunjung tiba melihat apa yang mereka tunggu.

Namun, tiba-tiba mereka melihat Mobil Toyota Avanza yang keluar dari Desa Sipaga-paga melintas dihadapan mereka dengan gelagat yang mencurigakan.

Pihaknya pun langsung melakukan pengejaran dan menyetop mobil yang dibawa oleh kedua pelaku asal Sumatera Barat tersebut.

“Mereka lewat, pelaku saya lihat dari kaca mobilnya yang terbuka tampak baru habis memakai narkoba. Kemudian kita kejar. Dan setelah diperiksa dan dilakukan penggeledahan, menemukan sabu seberat 0,19 gram yang di simpan di bawah alas kaki jok depan mobil tersebut,” katanya.

Tak hanya itu lanjut Kasat, pelaku yang keadaannya saat itu sedang tinggi karena baru mengonsumsi sabu, menceritakan sendiri bahwa ia datang di suruh untuk menjemput ganja yang sebelumnya sudah dipesan sebanyak 30 kilogram.

“Mereka datang ingin menjemput ganja untuk dibawa ke Bukit Tinggi, dari pengakuannya mereka diberi upah sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah untuk menjemput barang ini,” ujarnya.

Ia pun berharap agar masyarakat Madina terus memberikan informasi terkait tindak penyalahgunaan narkotika khususnya di Kabupaten Madina. “Kita berharap masyarakat terus mau bekerja sama untuk memberikan informasi agar daerah kita ini bersih dari peredaran narkoba,” tutupnya. (Mag 01)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button