Berita

Turut Berduka, Dokter Susanti Terenyuh Mendengar Jeritan Hati Istri Korban Kebakaran

SIANTAR, FaseBerita.ID- “Nggak jual gas lagi. Saya enggak kuat….,” Kalimat ini diucapkan istri Aminuddin alias Ameng (67), kepada dokter Susanti SpA yang datang melayat bersama suami Erizal Ginting dan tim ke Yayasan Bhakti Kesejahteraan Sosial (YBKS), Jalan Tjokroaminoto, pada Minggu (27/9/2020) sore.

Sambil berlinang airmata, ia bercerita sekilas tentang peristiwa kebakaran yang menyebabkan suami, menantu dan tiga cucunya meninggal. Dari balik masker, perempuan yang kelopak matanya sembab karena terlalu banyak menangis ini menyebut, saat kejadian menantu dan cucunya masih sempat teriak minta tolong dari lantai dua.

“Saat kebakaran, suami saya sudah di luar, tapi kemudian masuk lagi. Soalnya menantu bersama tiga cucu saya masih di atas, enggak bisa turun. Mereka di loteng,” ujar perempuan berbaju putih itu dalam isak tangisnya.

“Tetangga sudah teriak; lompat.. Lempar anakmu. Kami tangkap di sini. Menantu saya enggak berani. Dia takut. Api sudah menyebar di bawah. Dia juga enggak tega melempar anaknya. Takutnya salah lempar, masuk ke api. Terakhir, empat-empat meninggal di kamar,” jelasnya terbata sembari menghapus air mata yang menetes.

Tak banyak yang bisa ia ceritakan lagi. Ia masih harus menerima pelayat-pelayat lain yang berdatangan. Namun, ia masih sempat menyebut bahwa ketiga cucunya telah dikremasi sedangkan suami dan menantunya akan dimakamkan.

Meski singkat, pembicaraan itu cukup membuat hati siapa saja yang mendengar, terenyuh. Apalagi bagi seorang dokter Susanti yang boleh disebut memiliki kedekatan emosional dengan keluarga korban. Sejak dua tahun terakhir, dokter Susanti berlangganan gas elpiji di pangkalan yang beralamat di Jalan Panyabungan, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat itu.

“Rasanya seperti mimpi. Saya cukup sering berkomunikasi dengan menantu perempuan yang meninggal itu. Terakhir, sekitar seminggu lalu. Kalau telepon pesan gas, selalu dia yang angkat. Biasanya, dia langsung tahu; iya buk. Ke Nusa Indah kan?” sebut dokter Susanti menirukan ucapan Yanti, salahsatu korban tewas.

Selanjutnya, dokter Susanti mengucapkan turut berdukacita yang mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi. Meski ujian ini berat, tetap harus diterima dengan ikhlas.  “Saya berharap keluarga tidak terlalu lama larut dalam kesedihan, harus segera bangkit dan tetap semangat untuk menjalani aktivitas kembali,” ucap dokter Susanti.

Usai berbincang dengan keluarga korban dan memberikan santunan, dokter Susanti dan rombongan bergerak pulang. Untuk diketahui, sebelum ke Balai Persemayaman YBKS, dokter Susanti terlebih dahulu melihat lokasi kebakaran.

Di sana, warga masih berkumpul menyaksikan puing-puing kebakaran. Tampak tumpukan tabung gas berbagai ukuran yang sudah menghitam, dua mobil tinggal kerangka pasca terbakar, dinding-dinding rumah terlihat legam pekat, dan kayu-kayu berserakan.(ann/fi)





Back to top button