Berita

Turun dari Angkot, Terjatuh Lalu Meninggal

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Seorang pria setengah baya, terjatuh dan tergeletak di jalan setelah turun dari Angkutan Umum, di Simpang Rajawali, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, pada Rabu (6/11/2019) sore.

Pria berjenggot dan berpakaian atasan kasual itu membawa tas. Dan, di dalam saku celananya didapati kartu identitas. Pria itu diketahui sebagai Bedali Zega, usianya 55 tahun dan beralamat di Tetehosi Afia Dusun II, Gunungsitoli Utara, Kota Gunung Sitoli. Pekerjaanya sebagai petani.

Korban dibawa ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan oleh seseorang warga yang langsung pergi setelah mengantarkan. Perawat rumah sakit memastikan korban menderita darah tinggi dan sementara dipasangi selang infus. Kondisi korban tak sadarkan diri. Dari mulutnya terus-meneruskan mengeluarkan cairan putih.

Pria itu akhirnya meninggal dunia pada Rabu malam atau beberapa jam kemudian.

Satreskrim Polres Padangsidimpuan turun melakukan pemeriksaan bersama Juli Herniatman Zega, seorang aktivis yang juga concern terhadap orang-orang Nias.

Herniatman menerangkan ia mendapat informasi dari saudaranya bahwa ada seorang laki-laki bermarga Zega sedang sekarat di RSUD Padangsidimpuan dan tidak ada yang tahu siapa keluarganya.

“Saya pun meminta foto dan identitas, sambil menunggu itu kemudian datang lagi telepon dari Kasat Reskrim Polresta Padangsidimpuan dengan berita yang sama. Saya langsung kesana dan mendengarkan sedikit kronologis dari Kasat Reskrim bahwa bapak ini diantar ke rumah sakit karena tiba-tiba jatuh tersungkur dan lemas di depan salah satu loket angkot di Padangsidimpuan,” terangnya.

“Bapak itu didiagnosa dokter bahwa beliau sakit stroke pendarahan dan sudah ditangani oleh medis. Berbekal kartu identitas KTP bahwa nama bapak ini Bedali Zega,warga Desa Tetehösi Afia,Gunungsitoli langsung saya melacak nomor Kepala Desanya dan tak sampai satu jam kita sudah mendapatkan info bahwa keluarganya ada di daerah Tapanuli Selatan. Alhasil, keluarganya pun berdatangan di rumah sakit. Namun, tak lama setelah anaknya datang, Bapak Bedali Zega menghembuskan nafas terakhir,” terangnya.

Jenazah dibawa ke rumah anaknya di Adian Nasonang, Kabupaten Tapsel. Itu juga rumah yang hendak dituju korban sebelum datang ke Kota Padangsidimpuan.

Menurut dokter jaga di IGD Rumah Sakit itu, korban mengalami stroke pendarahan. (san)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close