Berita

Tuntut Pesangon Belum Dibayar, Karyawan Bentang Spanduk di Pintu Pabrik

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Sudah dua tahun lamanya sejak di-PHK secara sepihak, tuntutan gaji dan pesangon belum dibayar. Sebanyak 41 karyawan pun terus menuntut haknya. Teranyar, mereka membentangkan spanduk di depan pintu masuk pabrik Anugerah Sibolga Lestari (PT ASL) di Jalan Raya Sibolga-Sidempuan Kecamatan Sarudik, Tapteng, Senin (18/11/2019).

Salah seorang perwakilan karyawan Tumbur Siagian kepada wartawan di lokasi mengatakan, pihaknya memprotes kebijakan perusahan yang telah mem-PHK secara sepihak sebanyak 41 karyawan pada dua tahun lalu, dimana kehidupan karyawan sudah dibiarkan tanpa ada perhatian.

“Sudah dua tahun lamanya perusahaan tidak mempekerjakan kami lagi. Namun hak-hak karyawan seperti gaji dan pesangon belum dibayarkan,” katanya.

Menurutnya, tuntutan karyawan didasari pengalaman bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan getah karet ini, karena ada karyawan yang sudah bekerja selama 20 tahun hingga 40 tahun lamanya.

Ia juga memohon dukungan dari masyarakat luas, pemerintah setempat untuk membantu perjuangan mereka dalam menuntut hak-hak karyawan.

Amatan wartawan, isi spanduk yang dibentang karyawan di antaranya; Kami mohon dukungan semua pihak, kami sedang memperjuangkan hak-hak kami selaku karyawan dan saat ini sudah dalam proses persidangan di pengadilan hubungan industrial pada PN Medan .

Namun, aksi karyawan ini terkesan tidak mendapat tanggapan dari pihak perusahaan. Aktifitas perusahaan terlihat berjalan seperti biasa hingga akhirnya para karyawan yang melakukan aksi hanya bisa mengikat spanduk di tembok pabrik lalu membubarkan diri dengan tertib. Sementara itu belum ada yang bisa dikonfirmasi dari pihak PT ASL.

Aliran Listrik Perusahaan Diputus

Tumbur sebelumnya menguraikan, PHK sepihak dari perusahaan diawali pemutusan aliran listrik di pabrik dari pihak PT PLN Area Sibolga awal tahun 2018, karena alasan adanya perselisihan pembayaran tagihan listrik. Sejak saat itu aktifitas perusahaan terhenti secara total dan seluruh karyawan tidak dipekerjakan lagi.

Perselisihan antara perusahaan dengan PT PLN selanjutnya bergulir ke PN Sibolga hingga ke PT Medan.

“Perselisihan selesai dan pihak PLN telah menyambung kembali aliran listrik ke pabrik dan saat ini pabrik sudah beroperasi kembali,” katanya.

Namun lanjut dia, perusahaan justru mempekerjakan karyawan baru, sementara kami karyawan sebelumnya tidak dipekerjakan kembali. “Atas kebijakan perusahaan ini, kami menuntut hak berupa gaji dan pesangon. Namun sudah dua tahun lamanya tuntutan kami belum dibayar juga,” katanya. (mis)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close