Berita

Tunda Bahas LKPJ APBD 2019, DPRD Siantar Bahas LHP

SIANTAR, FaseBerita.ID – DPRD kota Pematangsiantar memilih membahas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), dan menunda pembahasan LKPJ tahun 2019.

Ketua DPRD Siantar Timbul Lingga, saat dikonfirmasi media ini usai rapat, Rabu (13/50 mengatakan, pihaknya langsung membahas LHP bukan LKPJ terlebih dahulu. Dia juga mengatakan terkait Pembahasan LKPJ membutuhkan waktu yang lama dan mengumpulkan orang banyak.

“Dengan situasi saat ini kita menunda pembahasan LKPJ. Memang ada batasan waktu menurut peraturan, namun dengan keadaan yang sekarang tidak mungkin di lakukan karena akan mengumpulkan banyak orang. Itulah sebabnya kita langsung membahas LHP,” ujarnya.

Pembahasan LHP nya ada sesuai regulasi yang ada dan ada batasan dalam pembahasan LHP yaitu 60 hari. Di dalam LHP itu ada beberapa temuan terhadap kerugian daerah. Seperti kekurangan nilai pekerjaan bahkan di DPRD kelebihan bayar pada tahun 2019.

“Di DPRD itu kelebihan bayar gaji dan tunjangan. Terjadinya kelebihan bayar sekitar 60 juta karena pada tahun 2019 pemerintah kota itu menetapkan sedang, padahal sebenarnya rendah,” ujarnya dan yang harus di kembalikan dan temuan itu bukan hanya di DPRD saja akan tetapi di OPD lain nya juga ada.

Hal yang sama di sampaikan wakil ketua dari partai Golkar Mangatas Silalahi yang mengatakan kalau saat ini DPRD sedang membahas LHP.

“Kalau kita membahas LKPJ membutuhkan waktu yang lama dan juga turun ke lapangan padahal pemerintah sedang fokus dalam penanganan Pandemi Covid 19,” ujarnya.

Masih dengan Mangatas saat ini kota Pematangsiantar masuk dalam katagori Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Dan tadi sudah melakukan rapat LHP dan ada beberapa temuan yang mengakibatkan kerugian daerah.

“Hasil LHP itu ada beberapa merugikan daerah contoh nya seperti kelebihan bayar pada gaji dan tunjangan di DPRD dan bisa jadi tidak di DPRD saja akan tetapi di Pemko dan bisa jadi di gaji walikota pun lebih bayar,” ujarnya sembari mengatakan sudah berkoordinasi dengan BPK. (mag 04/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button