Berita

Tugas di Kampung Halaman setelah 32 Tahun, Martuani Sormin: Rasanya Luar Biasa

FaseBerita.ID – Irjen Pol Martuani Sormin resmi menjadi Kapolda Sumut yang baru. Bersama sang istri, Risma Elizabeth boru Sianturi, Martuani tiba ke Mapolda Sumut, Selasa (17/12) sekira pukul 13.00 WIB.

Kedatangan orang nomor satu di Polda Sumut itu disambut dengan tarian Sigale-gale, tarian khas masyarakat Batak Toba.

Sebelum disambut tarian Sigale-gale, putra kelahiran Kecamatan Pangaribuan Tapanuli Utara itu terlebih dulu dikalungi bunga oleh dua polisi cilik. Selanjutnya, ia disambut oleh masyarakat adat dari Punguan Marga Sormin. Diiringi Gondang Batak, pria yang lahir pada 30 Mei 1963 itu pun diulosii.

“Terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari masyarakat Sumut atas kehadiran saya. Perasaan saya tentu luar biasa kembali kampung halaman dan menjabat sebagai Kapolda Sumut. Saya perlu waktu 32 tahun untuk bertugas di kampung saya, sejak lulus dari Akademi Kepolisian (tahun 87),” ungkapnya, saat diwawancarai.

Menurut Martuani, dalam memimpin Polda Sumut, visi dan misinya tentu mengimplementasikan visi dan misi dari Presiden RI Joko Widodo yang diturunkan kepada Kapolri. Ada 7 program utama. Tetapi intinya adalah pelayanan Kamtibmas yang semakin baik. “Artinya, bagaimana melayani masyarakat Sumut untuk Kamtimbas yang semakin baik,” ujarnya.

Selain itu, kebetulan saat ini memasuki bulan Desember. Karena itu fokusnya adalah pengamanan Natal dan Tahun Baru melalui Operasi Lilin Toba. Selanjutnya, tahun depan diselenggarakan Pilkada Serentak. Ini juga menjadi pengamanan prioritas.

“Pilkada pada tahun 2020 secara nasional ada 270 Pilkada, yang akan berlangsung pada 224 kabupaten dan 37 kota di 9 provinsi, termasuk Sumut. Untuk di Sumut, ada 23 Pilkada kabupaten/kota yang harus dilakukan pengamanan dan itu menjadi prioritas,” tegasnya.

Oleh karena itu, sebut Martuani, dia berharap kepada instansi pemerintah daerah, alim ulama dan pihak terkait, agar bersinergi untuk mewujudkan Sumut yang aman dan kondusif. Begitu juga kepada media, diharapkan ikut memberikan edukasi kepada masyarakat. “Kami tidak mungkin bergerak sendiri dalam cakupan pelayanan Kamtibmas. Tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak,” jelas dia.

Disinggung soal kasus-kasus yang terjadi di Sumut, Martuani belum mau berkomentar. “Untuk soal kasus, saya tidak bicara kasus tetapi dalam cakupan pelayanan Kamtibmas itu sudah termasuk di dalamnya memberikan pelayanan penegakan hukum,” pungkasnya. (smg)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button