Berita

Travel Hiraukan Imbauan Pemerintah!! DPRD: Pengusaha Nakal, Tinjau Ulang Izin Mereka

FaseBerita.ID – Pendemi Covid-19 ternyata tidak begitu menjadi momok menakutkan bagi para pengusaha jasa travel dan angkutan bus antar kota dan Provinsi. Bahkan, imbauan pemerintah tidak begitu diindahkan.

Hal itu terlihat dari cara mereka tidak ada menetralisir tempat maupun menyediakan tempat cuci tangan bagi penumpang yang baru saja tiba di Kota Siantar.

Amatan media ini, Rabu (1/4/2020) di beberapa loket bus maupun Taxi travel, mulai dari Paradep, Tiomaz Taxi, Bus Intra, masih beroperasi seperti biasa. Namun, tak satupun menyediakan tempat cuci tangan seperti imbauan Pemko Siantar. Hanya satu kantor travel yang terlihat tutup yakni Nice Trans.

Kadis Kesehatan Siantar dr Ronald Saragih menyayangkan ketidakpedulian para pengusaha travel itu. Padahal mereka telah menyurati tempat-tempat usaha tersebut.

“Dari Dinkes sudah menyurati bahkan walikota melalui pemko sudah menyurati mereka,” kata dr Ronald Saragih.
Ronald menyebutkan sebenarnya untuk penertiban tempat-tempat usaha travel tersebut adalah tugas dan wewenang Dinas Perhubungan.

“Harusnya itu tugas Dishub. Kami hanya sebatas menyurati saja,” ucapnya.

Terpisah, anggota DPRD Siantar Frengky Boy Saragih juga menyayangkan sikap para pengusaha itu. Padahal, katanya, salah satu pencegahan yang utama adalah mensterilkan tempat dimana keluar masuknya orang dari Siantar.

“Penyebaran yang paling parah itu dari Bandara. Nah, pengusaha-pengusaha travel itu kan mengangkut orang-orang dari sana, harusnya disitu dulu disterilkan,” ucapnya.

Frengky Boy sangat menyayangkan jika pengusaha-pengusaha travel tersebut tidak ikut berperan aktif membantu pemerintah dalam menuntaskan masalah penyebaran Pendemi virus Covid-19.

“Berarti mereka tidak peduli sama kota ini. Harusnya mereka sadar dan ikut membantu pemerintah untuk memutus penyebarannya. Ini bukan masalah pemerintah saja, ini masalah bersama,” terangnya yang beranggapan bahwa pengusaha tersebut mengabaikan imbauan pemerintah.

Hal serupa disampaikan Ketua Komisi III Denny Siahaan. Ia mengaku kesal atas hal tersebut. Dia sangat menyayangkan tindakan dari Dishub yang malah perpangku tangan atas masalah ini.

“Kalau karena kerja ada masalah, kita mau bantu. Ini karena tidak kerja timbul masalah, kan jadi kesal kita,” ujarnya.

Denny menuturkan, selama ini dirinya tidak melihat ada dari pegawai Dishub yang bertugas di tempat-tempat tersebut. Begitu juga dari tim Dinas Kesehatan maupun dari Pemko Siantar.

“Seharusnya mereka ada ditempat-tempat itu (Halte bus ataupun travel), minimal mereka mendata dari mana dan dimana tinggalnya. Sehingga pemerintah lebih gampang dalam melakukan pencegahan virus, ini aku lihat tidak ada mereka di sana,” terangnya yang pernah lewat dari lokasi tersebut dan melihat langsung.

Dia meminta kepada pengusaha-pengusaha travel ataupun bus juga turut bekerja sama dengan pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19.

“Persoalan Covid-19 ini bukan hanya masalah pemerintah saja. Ini sudah masalah kemanusiaan. Seharusnya pengusaha juga turut membantu, bukan malah berpangku tangan,” tegasnya.

Denny meminta agar Dishub segera bekerja dan meminta kepada pengusaha-pengusaha Bus dan travel untuk bersama-sama membantu memutuskan penyebaran Covid – 19.

“Aku lihat Terminal Tanjung Pinggir sudah melakukan. Kenapa tidak bisa dicontoh? Tolonglah Dishub bekerja, jangan hanya berpangku tangan, kalau pengusahanya nakal, tinjau ulang saja izinnya,” pungkasnya. (mag 04)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button