Berita

Tolak Politisasi SARA, Lawan Informasi Hoax

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Jajaran Pemuda Muhammadiyah melaksanakan kegiatan Diskusi Publik Jelang Pemilu 2019, di Aula UMTS Padangsidimpuan, Kamis (7/3) lalu. Kegiatan ini mengangkat tema Lawan Hoax dan Tolak Politisasi SARA.

“Informasi hoax harus kita lawan dengan memastikan data dan sumber informasi yang diperoleh sehingga tidak terjabk dalam permainan berita hoax,” kata Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Psp Ahmad Rasid Nasution dalam paparannya.

Diskusi Publik dirangkai dengan pembukaan Baitul Arqom Dasar Pemuda Muhammadiyah Kota Psp yang juga menghadirkan Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhamamdiyah Sumut (PWPM) Miftah Faridz dan Presedium Jadi Psp Muktar Helmi Nasution dengan moderator Irpan Adi Saputra Rambe.

Menurutnya, orang yang menyebarkan informasi hoak atau bohong akan berhadapan dengan hukum dan sesuai dengan pasal 28 ayat 1 Undang Undang Informasi, Teknologi dan Elektronik diancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp1 Miliar.

Selain mengajak masyarakat untuk menolak berita hoax, Ahmad Rasid juga mengajak masyarakat untuk menolak politik uang dalam menenetukan pilihan pada 17 April 2019 karena money politik tidak akan dapat melahirkan pemimpin yang baik.

”Saya yakin masyarakat Padangsidimpuan sudah cerdas menyikapi pemilu ini,” tuturnya.

Sekretaris PWPM Sumut Miftah Faridz menegaskan politisasi sara merupakan tindakan yang didasarkan pada sentiment identitas terkait keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan.

“Setiap tindakan yang melibatkan kekerasan, diskriminasi dan pelecehan yang didasarkan pada identitas diri dan golongan dapat dikatakan sebagai tidakan SARA,” ungkapnya.

Untuk itu, Miftah mengajak masyarakat khususnya kader Pemuda Muhammadiyah untuk tidak terjebak dalam permainan politisasi sara dan ujaran kebencian karena selain akan berhadapan dengan hukum, juga akan membawa dampak negatif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Presedium Jadi Psp Muktar Helmi Nasution juga mengungkapkan hal yang sama.”Sebagai sesama umat Islam, kita harus tabayyun dulu dalam mencermati informasi atau cek and ricek,” katanya. (bsl)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button