Berita

Tipu Pengusaha Siantar Rp350 Juta, Mantan Kasatpol PP Simalungun Ditahan

SIANTAR, FaseBerita.ID-Oknum mantan pejabat Pemkab Simalungun ditangkap Satreskrim Polres Pematangsiantar atas kasus penipuan uang Rp 350 juta terhadap seorang pengusaha property asal Kota Siantar. Tersangka Jhonri Wilson Purba ditangkap atas laporan Erwin Siahaan, dengan laporan polisi nomor LP /522/X/SU/STR tanggal 16 Oktober 2019 tentang tindak pidana penipuan.

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto melalui Kanit Ekonomi Ipda Aswan Ginting menjelaskan, tersangka ditangkap saat sedang asyik ngopi di Pematangsiantar, minggu lalu.

“Tersangka JWP ini diamankan saat lagi ngopi di salah satu warung di Jalan Surabaya, dekat Yayasan Perguruan Sultan Agung,” ujar Ipda Aswan Ginting di Mapolres Siantar, Kamis (23/7).

Sesuai laporan pengaduannya, kejadian bermula pada 16 Agustus 2019 lalu, dimana korban bertemu dengan mantan Kasatpol PP Pemkab Simalungun ini, di Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat.

Disitu tersangka menjanjikan sebuah proyek hibah bangunan gedung sekolah bersumber dari Kementrian Agama (Kemenag) di lokasi SMU Pelita, Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Siantar.

Lantas korbannya memberikan uang sebanyak Rp 350 juta kepada tersangka secara bertahap dilengkapi bukti kwitansi. Namun proyek hibah dari Kemenag belakangan dijanjikan tersangka sama sekali tidak ada alias fiktif.

Semula korban telah meminta kepada tersangka agar mengembalikan uang Rp 350 juta yang telah sempat diberikan. Namun tersangka tersangka tidak pernah punya itikad baik untuk mengembalikan uang.

Alhasil korban merasa kesal sehingga belakangan melaporkan tersangka kepada pihak berwajib yang dipersangkakan Pasal 372 Subs 378 KUH-Pidana tentang pidana penipuan dan penggelapan.

“Ancamannya 4 tahun penjara. Pelaku kita tahan di RTP Polres Siantar,” katanya.

Sementara itu Kasatreskrim AKP Edi Sukamto menambahkan kalau tersangka tidak berniat mengembalikan uang korban, meski proyek yang dijanjikan tidak benar adanya.

“Nggak ada niat baik tersangka untuk mengembalikan uang makanya kami tahan. Kalau ada niat baik pasti nggak ditahan. Proyeknya sama sekali fiktif,” tegas AKP Edi Sukamto.(ros/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button