Berita

Tingkatkan Pola Kemitraan, TPL Bantu Warga Kembangkan Budidaya Cabai

HUMBAHAS, FaseBerita.ID, PT Toba Pulp Lestari, Tbk  (TPL) memberikan bantuan kepada warga Desa Simataniari yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Marsada untuk mengembangkan budidaya cabai. Ini merupakan bentuk kepedulian sosial TPL terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar areal konsesi.
Bantuan stimulus diberikan berupa saprodi, yaitu bibit cabai, mulsa, Pestisida (obat-obatan), Pupuk Kimia maupun organik untuk lahan seluas 1,5 hektar. Ini adalah ke-dua kalinya setelah sebelumnya pada November 2019 lalu, mereka juga telah menerima bantuan bibit Kemenyan.
Kerjasama ditandai dengan seremoni syukuran tanam perdana budidaya cabai yang digelar di Dusun Lumban Purba, Desa Simataniari, Kecamatan Parlilitan, Humbang Hasundutan (Humbahas), Jumat (21/2).
Acara syukuran dihadiri menejer TPL sektor Tele Karman Sirait, Pimpinan Humas Pius Butarbutar, Advisor (Penasehat) Juanda Panjaitan, Kepala UPT KPH wilayah XIII Dolok Sanggul Benhard Purba, Camat Parlilitan Eliapzan Sihotang S Sos yang diwakili oleh sekcam Alfonsius Tinambunan SE, Plt Danramil Koramil 11-Parlilitan Peltu Andi Lumbantoruan, Kapolsek Parlilitan AKP Bintang P Simanungkalit diwakili Brigpol IB Sinuhaji, Kades Simataniari Lasmer Munte serta rohaniawan Pdt Kilber Simbolon MTh.
Dalam sambutannya, kepala desa Simataniari Lasmer Munte menyampaikan terimakasih serta penghargaan yang tinggi kepada TPL. Dia mengaku terharu dan tidak menyangka perusahaan TPL bersedia membantu warganya sampai sejauh itu. “Terima kasih saya sampaikan kepada pimpinan TPL beserta seluruh jajarannya. Jujur, songon naso yakin do au, alai nyata. Ala ni i, mauliate ma hupasahat hami tu perusahaan. (Jujur, sepertinya saya tidak yakin, TPL bersedia membantu kami sampai sejauh ini. Tetapi ini nyata. Oleh karena itu, kami menyampaikan terimakasih banyak kepada perusahaan,” kata Lamser dalam bahasa daerah.
Lasmer juga memotivasi KTH Marsada untuk senantiasa giat dan kompak dalam menyikapi bantuan yang diberikan TPL. “Bahkan, meski tanpa bantuan, sudah seharusnya kita serius bekerja demi peningkatan ekonomi kita,” kata Lasmer.
Sebelumnya, Kepala UPT KPH XIII Dolok Sanggul Benhard Purba mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut. Itu adalah sesuatu yang patut disyukuri serta dikerjakan sungguh-sungguh dengan semangat kebersamaan. “Bersyukurlah kepada Tuhan, mengucapkan terimakasih: karena pihak TPL sudah datang dan memberikan bantuan. Jadi, semangatlah serta manfaatkan bantuan itu sebaik mungkin,” ujar Benhard.
Dia juga mengajak masyarakat untuk serius dan kompak dalam berkelompok tani. Menurutnya, pemerintah maupun Perusahaan lebih mudah memberi bantuan melalui kelompok. “Saat ini, pemerintah maupun pihak-pihak perusahaan memberikan bantuan kepada kelompok, bukan orang per orang. Jadi, makanya masyarakat diimbau membentuk kelompok tani hutan,” terangnya.
Senada disampaikan Plt Danramil Koramil 11 Parlilitan Peltu Andi Lumbantoruan. Dia berharap, TPL dapat meningkatkan kepeduliannya untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Dia juga berpesan agar KTH Marsada berterimakasih serta mensyukuri bantuan yang diterima dengan menggunakan bantua tadi semaksimal mungkin.
“Terimakasih kepada perusahaan (TPL, red) atas kepeduliannya terhadap masyarakat. Mudah-mudahan di masa yang akan datang, hubungan kerjasama dalam bentuk kepedulian dapat ditingkatkan,” kata Andi didampingi Alfonsius Tinambunan dan Brigpol IB Sinuhaji mewakili forum pimpinan kecamatan Parlilitan.
Sementara itu, mewakili menejemen TPL Juanda Panjaitan mengatakan, kegiatan tadi merupakan pola kemitraan sebagai wujud nyata  Maju, Bertumbuh Dan Berkembang bersama Masyarakat. Juanda mengajak KTH Marsada serius untuk menggunakan bantuan tersebut.
“TPL selalu siap membantu masyarakat dengan pola kemitraan . Akan tetapi, dalam hal pemberian bantuan, ada proses dan regulasi yang harus dijalankan, salah satunya yaitu dengan  membentuk Kelompok Tani Huta,” bebernya.
Pada kesempatan yang sama, Juanda juga mengajak KTH Marsada untuk merobah mindset (pola pikir) masyarakat terkait pandangan buruk terhadap TPL. Ditegaskannya bahwa TPL tidak pernah berniat menguasai tanah/hutan masyarakat. “ Tidak ada tanah TPL. Yang ada adalah izin pemanfaatan hasil hutan kayu, hutan tanaman industri dengan tetap menjaga kelestarian hutan tersebut,” tandasnya.
Di penghujung acara, warga KTH Marsada mangulosi (menyematkan) ulos kepada perwakilan menejemen TPL dan ketua UPT KPH XII sebagai ungkapan rasa terimakasih atas bantuan yang diterima. (sht)

Universitas Simalungun  

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close