Berita

Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni, 2 Abang Adik Bikin Bang Hasim Menangis

FaseBerita.ID – Abang adik, Saptu (78) dan Boinah (52) masing-masing berstatus duda dan janda membuat H Muhajidin Nur Hasim menangis, Selasa (20/10/2020). Keduanya tinggal di rumah tidak layak huni, di Kampung Baru, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun. Keduanya tinggal di satu rumah yang dibagi dua.

Saat dirangkul Muhajidin Nur Hasim atau yang akrab disapa Bang Hasim, Boinah menangis dan menceritakan nasibnya yang selama ini untuk makan sehari-hari pun susah.

Awalnya Hasim yang merupakan calon Bupati Simalungun nomor urut 2 itu mendapat informasi dari warga di Kampung Baru, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, yang menyebutkan ada dua keluarga yang menempati rumah tidak layak huni. Selain itu, tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Setelah mendengar informasi tersebut, Hasim yang berpasangan dengan Tumpak Siregar SH (TPS) itu langsung minta diantar untuk menemui Saptu dan Boinah. Begitu tiba di rumah tersebut, Hasim menemui keduanya. Wajah suami Hazizun Rani itu terlihat sedih.

Kepada Saptu dan Boinah, Hasim mengatakan tidak semestinya masih ada warga di Kabupaten Simalungun tinggal di rumah tidak layak huni dan luput dari program-program bantuan pemerintah.

Hasim saat berada di dalam rumah yang dihuni 2 kakek dan nenek bersaudara, Saptu (78) dan Boinah (52).

“Saya akan pastikan tidak akan ada lagi masyarakat tidak mendapatkan program-program bantuan pemerintah jika Allah SWT mengamanahkan saya menjabat Bupari Simalungun. Kita akan secara ketat mengawasi program-program ke masyarakat, termasuk bedah rumah,” terang pria berusia 36 tahun itu.

Hasim pun berjanji, setelah ia menjabat Bupati Simalungun akan melakukan bedah rumah milik Saptu dan Boinah.

“Doakan lah saya. Jika saya diberi amanah oleh Allah, saya akan melakukan bedah rumah ini. Juga program-program bantuan lainnya akan kita salurkan kepada ibu,” ujarnya.

Dikatakan Hasim, ke depannya, program-program bantuan pemerintah mesti tepat sasaran.

Boinah mengucapkan terima kasih kepada Hasim yang telah datang melihat kondisinya. Ia berdoa, semoga yang dicita-citakan Hasim dapat tercapai dan memeroleh amanah dari Allah SWT.

Kepada Hasim, Boinah mengaku selama ini ia luput dari perhatian pemerintah. Begitu banyak program bantuan dari pemerintah, namun sejauh ini ia hanya memperoleh bantuan beras.

“Saya tidak pernah mendapatkan bantuan bedah rumah. Juga Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selama ini, saya hanya memperoleh bantuan beras,” aku Boinah. (rel/fi)

iklan usi



Back to top button