Berita

Tim TP2GP Kemensos Ziarah ke Makam Tuan Rondahaim Saragih

Lanjuti Hasil Seminar di FIB USU

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID-Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP) Kementerian Sosial mengunjungi makam Pejuang Tuan Rondahaim Saragih di Pematang Raya, Kamis (6/8/2020).

Rombongan yang dipimpin Muklis dan Joko ini disambut oleh keluarga besar Saragih Garingging serta perwakilan dari Pemkab Simalungun.

Kehadiran TP2GP untuk menindaklanjuti hasil Seminar Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih Dalam Menentang Kolonialisme Belanda, Selasa (3/3/2020) lalu di Gedung T Amin Ridwan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara (USU), yang merekomendasikan mengusulkan kembali Tuan Rondahaim Saragih sebagai calon Pahlawan Nasional Republik Indonesia dari Provinsi Sumatera Utara.

Tim tiba di lokasi sekira Pukul 11.30 WIB bersama dengan Kadis Sosial Simalungun, Kadispora Simalungun Denri Saragih, Kepala BKD Simalungun Jamesrin Saragih serta Kepala BLH Simalungun Mislaini Saragih.

Di lokasi sudah menunggu perwakilan keluarga Saragih Garingging serta Guru Raya, sebagai pemandu acara ziarah di lokasi.

Selain ziarah ke Makam Tuan Rondahaim,  tim juga melihat situs Pagar Panei Bosi dan makam para raja-raja  tepat di samping Pagar Panei Bosi. Selanjutnya tim berangkat ke Tebing tinggi melihat situs sejarah peninggalan Tuan Rondahaim yaitu meriam yang ditempatkan mengarah ke laut untuk mencegah masuknya musuh yaitu Belanda.

Jamesrin Saragih Garingging daan Jaserman Saragih Garingging mewakili keluarga besar Saragih Garingging, kepada rombongan TP2GP menyampaikan terimakasih atas kunjungan ke Makam Tuan Rondahaim, dan sangat berharap Tuan Rondahaim Saragih diangkat menjadi salah satu Pahlawan Nasional dari Sumatera Utara pada Hari Pahlawan tahun 2020 ini.

“Kami ucapkan banyak-banyak terimakasih atas kunjungan TP2GP, dan kami sangat berharap sebuah kado yang tak ternilai yakni gelar Pahlawan Nasional untuk Oppung Tuan Rondahaim Saragih,”kata Jamesrin.

Sementara Jaserman Saragih menambahkan, perlawanan sengit yang dilakukan Tuan Rondahaim Saragih semasa hidupnya kepada Belanda bukan hanya dilakukan di Raya, namun menyeluruh Simalungun, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batubara, Asahan dan bahkan Toba Samosir.

Tuan Rondahaim Saragih tidak pernah mau berunding, apalagi menyerah kepada Kolonial Belanda dan hasilnya Belanda tidak berhasil menguasai Simalungun hingga akhir hayat Tuan Rondahaim.(esa/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button