Berita

Tiket Bodong Nitari Travel, Kapolres Labuhanbatu: Tersangka Bisa Bertambah

RANTAUPRAPAT, FaseBerita.ID – Terkait kasus penjualan tiket pesawat bodong PT Nitari Travel yang berada di Jalan Sirandorung, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, pihak Polres Labuhanbatu telah menetapkan dua tersangka yakni, pemilik perusahaan Borkat dan admin bernama Maya.

Kini, kasus tersebut masih dalam pengembangan oleh pihak kepolisian Polres Labuhanbatu, dan ada kemungkinan tersangkanya bisa bertambah.

Hal itu disampaikan Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang saat dihubungi wartawan terkait adanya tiga warga yang terdampar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Madya Tangerang.

Ketiga warga tersebut bernama Sofyan Butar-butar, Emo Farida Hanum dan Ulul Azmi utami yang memesan tiket kepada salah satu agen yang mengaku dari PT Nitari Travel berinisial WD, menuju ke Jakarta dari Bandara Kualanamu. Atas hal ini, korban akan berencana membuat laporan pengaduan ke kantor Polisi sepulang dari Jakarta.

Menurut Kapolres, jika masih ada warga yang merasa dirugikan dalam kasus Nitari Travel, silahkan membuat laporan. Nanti, akan disatukan dengan laporan warga yang menjadi korban dalam kasus tersebut.

“Silahkan saja membuat laporan. Nanti kita akan satukan laporan mereka. Selain kedua tersangka yang telah diamankan, bisa saja tersangkanya akan bertambah. Karena mungkin saja, ada kelompok yang turut membantu dalam penjualan tiket pesawat tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya, puluhan warga mendatangi kantor salahsatu perusahaan biro perjalanan di Jalan Sirandorung, Kabupaten Labuhanbatu. Kedatangan mereka karena merasa ditipu oleh pihak Travel Nitari yang selama lebih kurang 6 bulan terakhir menjadi agen mereka dalam penyedia pelayanan tiket pesawat terbang.

Warga menuntut Borkat Pane selaku pemilik Travel Nitari untuk mengganti uang tiket yang telah mereka setorkan, namun Perusahan PT Natari tidak memberangkatkan ribuan penumpang dari berbagai daerah yang mengakibatkan ribuan penupang gagal berlebaran dikampung halaman.

“Pemesanan tiket ke PT Nitari sudah dilakukan pembayaran tiga bulan sebelum keberangkatan, dan si penumpang diberikan Kode Booking. Setelah didapat kode booking yang diberikan travel, begitu di cek dimaskapai, Kode booking tersebut tidak bisa di masukan, ternyata bodong,” kata salahsatu Agen menirukan salahseorang penumpang yang akan berangkat.

Adu mulut pun tak terhindarkan, sebab Borkat bersikukuh tidak mau mengembalikan uang tiket dimaksud, dengan alasan permasalahan tersebut kini telah ditangani pihak kepolisian resort Labuhanbatu.

Salahseorang korban telah membuat laporan pengaduan polisi terkait persoalan tersebut. Ia mengatakan, Borkat dan seorang stafnya bernama Maya, membuat program promo tiket penerbangan domestik. Akibat perbuatan mereka itu, ratusan calon penumpang pesawat yang telah memesan mengalami kerugian materil mencapai milyaran rupiah.

Salahseorang Agen, Hotnida Soegiarta Panjaitan (31) warga Dusun V Jadi Jaya, Kelurahan Sumber Mulyo, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara, telah membuat laporan ke Polres Labuhanbatu yang mengalami kerugian sebesar Rp70 juta.

Adapun para agen yang rugi akibat membeli tiket bodong adalah Hotnida Panjaitan, Junius sinaga, Anita panggabean, Erna Sinaga. Para agen ini menuntut agar uang yang telah disetorkan kepada Travel Letari dikembalikan.

Borkat Pane pemilik Nitari Travel tidak dapat menjelaskan sejauh mana kerjasama pembelian tiket diperusahaannya.

“Ini hanya kerjasama sama-sama percaya, dan para agen tidak ada hubungan kerjasama tertulis dengan Pihak Nitari Trevel,” jelasnya kepada para agen tersebut.

Informasi yang dihimpun wartawan, pihak travel membuat tiket pesawat murah (promo) melalui group-group WA (WhatApp) dan Facebook, dan banyak agen-agen yang bergabung menyetorkan uangnya, tapi nyatanya setelah jadwal kebarangkatan pihak penumpang tidak dapat berangkat alias tiket bodong (tidak terdaftar), dan para agen yang tergabung kembali dituntut masyarakat untuk mengembalikan uangnya.

Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang saat dihubungi wartawan mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan pemilik Travel Nitari sebagai tersangka.

“Pemilik dan Adminnya bernama Maya sudah kita tahan. Terdata, ada 104 warga yang menjadi korban yang harusnya berangkat tanggal 1-2 Juni 2019. Pelaku akan kita jerat dengan pasal 378 penipuan,” tandasnya. (Bud)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close