Berita

Tiga Perampok Bertopeng Todong Pasutri dengan Kelewang

Mana Perhiasanmu, Kalau Nggak Kuhabisi Kalian!!

SIANTAR, FaseBerita.ID – Malam mencekam hingga nyawa pun hampir melayang. Begitu yang dialami Rido Siregar (35) bersama istrinya Rosita (30) dan dua orang anaknya yang masih balita, Sabtu (18/1) subuh.

Malam itu sekira pukul 04.00 WIB, segerombolan perampok dengan pakaian lengkap dan membawa Kelewang, memasuki rumah mereka di Jalan Silimakuta, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat.

Saat diwawancarai wartawan, Rido Siregar bercerita, seperti biasa malam itu ia bersama istri dan kedua anaknya tidur di rumah mereka seperti biasanya.

Namun sekira pukul 03.50 WIB, tiba-tiba segerombolan perampok yang diperkirakan tiga orang memasuki rumahnya dengan menerobos gerbang rumah bagian tengah dan seterusnya membongkar jendela rumah bagian sebelah kanan rumah mengenakan linggis.

Awalnya istrinya mendengar suara keras di pintu kamar rumah. Rido pun langsung terbangun dan keluar. Bahkan ia berusaha melakukan perlawanan terhadap segerombolan perampok tersebut.

Namun sayangnya karena kurang seimbang, pintu kamar pun berhasil ditembus perampok dan memelintir tangan korban.

“Sempat kami dorong mendorong. Tapi karena mereka tiga orang, aku hanya satu orang, kalah kuat lah bang. Seterusnya mereka pelintir tanganku baru mereka masuk ke dalam kamar,” beber Rido.

Dikarenakan sempat melakukan perlawanan, segerombolan perampok itu pun mengancam Rido dan isterinya menggunakan kelewang, dengan menodongnya di bagian leher. “Diam kalian. Kalau nggak, aku habisi kalian semua”, ujar Rido menirukan suara para pelaku.

Seterusnya dua orang lainnya mengacak-acak seluruh isi rumah. Namun karena tidak menemukan apa-apa, satu orang dari pelaku kembali mengancam korban.

“Perhiasan dimana kalian simpan, cepat tunjukkan, kalau nggak aku habisi kalian,” teriak pelaku.

Namun karena tak ada satupun perhiasan yang disimpan di dalam rumah, Rido kemudian pasrah dan berterus terang kalau perhiasan dimaksud tidak ada mereka simpan dalam rumah.

Tak percaya begitu saja, komplotan perampok tersebut kembali mengancam korban dan mengikat kaki dan tangan Rido bersama istrinya mengenakan borgol plastik.

Namun karena ada suara berisik, anak korban yang berusia 2 tahun terbangun. Begitu melihat ayahnya ditodong kelewang, anak tersebut pun menangis histeris.

Merasa terganggu, para perampok kemudian menyuruh istri korban mendiamkan anak tersebut.

Setelah di otak-atik seisi rumah dan tak kunjung menemukan apa yang dicari, pelaku kembali mengancam korban.

Korban yang merasa ketakutan langsung menyodorkan uang sebesar Rp1,8 juta yang ada dalam dompet istrinya dan kartu ATM bersama PIN.

Hanya saja, pelaku menolak ATM dan lebih memilih mengambil uang senilai Rp1,8 juta dan sebungkus rokok milik korban.

Tidak lama kemudian, pelaku mempertanyakan rumah siapa yang berada di sebelah. Dengan nada yang ketakutan, Rido memberitahu jika itu rumah orangtuanya, yang ditinggali Mama dan saudara perempuannya.

Kemudian segerombolan perampok tersebut dengan menodong kelewang dileher dan tangan terikat menyuruh korban membangunkan ibunya yang ada di sebelah rumah mereka.

Melihat hal tersebut, Rido sempat berpesan kepada istrinya apabila dia kenapa-kenapa agar anak-anak mereka dijaga dengan baik.

Dengan posisi kelewang ditodong di leher, Rido kembali memanggil ibunya dari pintu sebelah kanan rumah. Beruntung setelah beberapa kali dipanggil, ibunya pun tidak terbangun.

“Untung lah bang ibu saya tidak terbangun,” sebut Rido.

Kemudian para pelaku kembali mengantar korban ke dalam kamar dan mengunci dari luar, dalam posisi kaki dan tangan terikat.

Berselang beberapa menit kemudian, di depan rumah terdengar suara mobil distater. Akhirnya korban pun lega dan menyuruh istrinya membuka borgol plastik yang terikat di tangan.

Kemudian kedua pasutri itu berteriak histeris meminta pertolongan dari tetangga. Akhirnya puluhan warga berbondong-bondong dan memberikan besuh terhadap korban.

Seterusnya pihak korban membuat laporan resmi ke Polres Pematang Siantar. Sabtu siang identifikasi dari Polres Pematang Siantar turun ke TKP guna melakukan penyelidikan.

Sayang, ketika masalah ini hendak dikonfirmasi terhadap Kasat Reskrim Iptu Nur Istiono, belum berhasil. Meski berulang kali dihubungi melalui telepon selulernya, yang bersangkutan tidak mau mengangkat. (Mag-03)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close