Berita

Tiga Kali Demo, Keluarga TKI Ilegal Belum Dipedulikan Bupati Asahan

FaseBerita.ID – Meski sudah tiga kali menggelar unjuk rasa, namun keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, belum juga dipedulikan Bupati Asahan.

Tuntutan massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Pekerja Migran Indonesia ini berharap pemerintah bisa membantu anggota keluarga mereka di Malaysia yang tak bisa pulang ke Asahan karena dokumen perjalanan bekerja yang ilegal.

Alhasil, saat aksi ketiga, Senin (24/8) sempat berujung keributan. Massa yang berjumlah puluhan orang sempat menyisir satu per satu ruangan di kantor Bupati Asahan. Mereka berharap bertemu Bupati Sahan, H Surya.

“Tolong pertemukan kami dengan bupati. Kami ini masih rakyat Asahan yang meminta tolong kepada pemerintahnya. Kami tak mau berjumpa dengan orang – orang yang tak bisa mengambil keputusan,” kata Indra Ringo, koordinator aksi.

Menurut Indra, atas nama kemanusiaan Pemkab Asahan memiliki kewajiban membantu dan menolong warganya yang saat ini berada di Malaysia. Mereka tidak bisa pulang karena dokumen perjalanan/perkerjaan di negeri jiran tak lengkap (ilegal).

“Makanya, salah satu jalan supaya mereka bisa kembali itu ada bantuan atau campur tangan pemerintah kita dengan pihak di Malaysia. Itu alasan kami mengapa terus mendesak Pemkab Asahan dengan rasa kemanusiaan membantu kepulangan saudara kami di sana,” kata Indra.

Massa sempat masuk hingga ke aula Melati Kantor Bupati Asahan. Massa bias ditenangkan personel Sat Pol PP dengan pendekatan kekeluargaan.

Kepala Badan Kesbangpol Asahan, Hari Naldo Tambunan mengajak massa berdialog dengan kepala dingin dan tidak melakukan hal anarkis.

“Bapak bupati, bapak sekda, dan asisten sedang berada di luar kota melaksanakan tugas. Kami siap memfasilitasi pertemuan perwakilan bapak ibu, untuk beraudiensi dengan bupati. Biar kami fasilitasi. Tetapi buat surat permohonan audiensinya terlebih dahulu,” ujar Hari.

Pernyataan Hari diterima massa. Mereka bersedia mengirimkan surat audiensi kepada Bupati Asahan.

Sebelumnya, Pemkab Asahan telah melakukan pemulangan terhadap 210 TKI asal Kabupaten Asahan dari Malaysia. Mereka memiliki dokumen perjalanan lengkap atau berangkat dengan jalur legal. Sebelumnya juga, sempat dilakukan pendataan sebanyak seribu orang lebih. Hanya saja kemudian Pemkab Asahan mengumumkan tak lagi melakukan penjemputan TKI karena keterbatasan anggaran daerah. (per)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button