Berita

Tiga Bulan Berlalu Laporan Korban Penganiayaan Belum Ada Perkembangan

FaseBerita.ID – Tiga bulan berlalu, sejak dilaporkan pada 4 Juli 2020 lalu di Polsek Barumun Tengah (Barteng), kasus penganiayaan belum tuntas. Penanganan yang terkesan berlarut larut ini, dikeluhkan keluarga korban.

Agus Hasibuan, abang salah satu korban mengeluhkan lambannya penanganan Polsek Barteng terkait LP tersebut. Padahal alat bukti, serta identitas para pelaku sudah diserahkan.

“Kami hanya berharap keadilan ditegakkan. Dan tentunya kasus ini secepatnya dituntaskan,” sebut Agus Hasibuan.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / 56 / VII/ 2020 / SU / PALAS / SEK BARTENG, tanggal 04 Juli 2020, Pukul 13.30 Wib, atas nama pelapor Jalo Manindi Harahap dan Muhammad Alpa Rizky Hasibuan, warga Desa Langkimat Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Dalam LP tersebut, keduanya korban kekerasan yang dilakukan AAH dan kawan-kawan secara bersama sama didepan umum melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka.

Kejadiannya Jumat tanggal 03 Juli 2020, sekira Pukul 23.30 WIB di Jalan umum Binanga-Huristak yang terletak di Wilayah Desa Gunung Matinggi Kecamatan Huristak Kabupaten Padang Lawas.

Caranya, para pelaku memberhentikan sepeda motor milik para korban dan selanjutnya para pelaku melakukan pengeroyokan terhadap para korban. Sehingga atas kejedian tersebut pelapor mengalami luka memar dan bengkak dibagian kedua belah bawah pelipis mata dan luka lecet dibagian belakang kepala.

Dan luka yang dialami Muhammad Alpa Risky Hasibuan luka bengkak dibagian bibir, luka lecet di bagian dalam bibir, luka memerah dibagian kedua belah mata, luka bengkak di bagian dahi kepala, luka bengkak dibagian telinga sebelah kanan, luka memar dan bengkak di bagian bawah pelipis kedua matanya dan luka bengkak dibagian belakang kepalanya.

Atas kejadian tersebut pelapor/korban merasa keberatan dan trauma dan melaporkannya kepada yang berwajib Polsek Barumun Tengah di Binanga guna untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara RI.

Sementara Kapolsek Barteng AKP Sawaluddin melalui Kanit Reskrim Bripka Wildan S Hasibuan membenarkan LP tersebut. Dan sudah menetapkan tersangka terhadap para pelaku. Hanya saja, sejauh ini polisi terkendala pada keberadaan para tersangka yang tidak diketahui.

“Yang jelas sudah kita kabari bahwa telah dikeluarkan surat perintah penangkapan, namun para Tersangka hingga kini belum diketahui keberadaannya. Perkembangannya selalu kami informasikan,” kata Wildan, Kanit Reskrim Polsek Barteng. (tan)





Back to top button