Berita

Tiga Anggota DPRD Sibolga PAW Dilantik

FaseBerita.ID – Ketua DPRD Sibolga Toni A L Tobing melantik tiga anggota DPRD Sibolga Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019 di ruang Paripurna DPRD Kota Sibolga, Senin (25/3).

Ketiga anggota DPRD Sibolga yang dilantik adalah Emmy Saur Marsauli Sitanggang dari PKPI menggantikan Nixon Pendi Simanjuntak, Imai Fitri Ida Manullang dari Partai Hanura menggantikan Albar Sikumbang dan Manahan Dalimunthe dari Partai Nasdem menggantikan Hendra Sahputra.

Sidang Paripurna peresmian dan pengucapan sumpah janji anggota DPRD Sibolga PAW dibuka oleh Ketua DPRD Toni AL Tobing didampingi Wakil Ketua Jamil Zeb Tumori, dihadiri 15 anggota dewan ditambah tiga yang PAW. Kegiatan juga dihadiri Wakil Walikota Sibolga Edi Polo Sitanggang serta Forkopimda, para pimpinan SKPD dan undangan.

Acara diawali dengan pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan SK Gubernur No.188.44/79/KPYS/2019 tentang peresmian dan pengangkatan PAW Emy Saur Marsauli Sitanggang, SK No 188.44/81/KPTS/2019 tentang peresmian dan pengangkatan Imai Fitri Manullang dan pembacaan SK No.188.44/82/KPTS/2019 tentang peresmian dan pengangkatan Manahan Dalimunthe.

Baca: DPRD Siantar Nilai Administrasi Pemko “Aneh”

Usai pembacaan SK, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan janji ketiga anggota DPRD Sibolga yang dipimpin oleh Ketua DPRD didampingi rohaniawa. Dilanjutkan dengan pemasangan pin anggota DPRD Sibolga, serta ditutup dengan doa dan foto bersama, juga pemberian ucapan selamat kepada ketiga anggota dewan yang dilantik.

Wakil Walikota Sibolga Edi Polo Sitanggang mewakili walikota dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya ketiga anggota DPRD Sibolga pengganti antar waktu.

“Semoga ketiganya dapat mengemban tugas dan amanah masyarakat dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan Kota Sibolga,” jelasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Toni AL Tobing sebelum menutup sidang paripurna menyampaikan bahwa masyarakat Sibolga adalah masyarakat yang majemuk dengan sebutan negeri berbilang kaum, baik ditinjau dari segi agama, etnis dan budaya maupun ditinjau dari segi mata pencaharian.

“Keragaman aspirasi merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi, karena memberi peluang dan kesempatan yang sama kepada setiap orang untuk berinteraksi dan untuk mengemukakan pendapatnya, oleh karena itu, kita juga harus mampu memilah-milah berbagai pendapat dan aspirasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya. (mis/osi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button