Berita

Tiga ABK Ditemukan Meninggal 1 Lagi Masih Dalam Pencarian

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Akhirnya, pencarian awak tenggelam setelah kapal yang ditumpangi KM Restu Bundo  tersambar petir di sekitar Pulau Pini, Kecamatan Pulau Batu Timur, Nias Selatan, beberapa hari yang lalu, membuahkan hasil. Enam Anak Buah Kapal (ABK) sudah ditemukan. Empat di antaranya meninggal dunia dan dua lagi selamat. Sementara, seorang lagi masih dalam pencarian.

Adapun empat jenazah yang ditemukan, yakni Meti (45) warga Jalan SM Raja Gang Kebun Jambu, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Dar (40) warga Pasir Bidang Lorong VII, Suparman Tampubolon (51) warga AMD Masuid Lingkungan II Kalangan dan terakhir yang sudah ditemukan terlebih dulu atas nama Eno Zebua (35) warga AMD Kalangan.

Kemudian dua ABK yang selamat di antaranya Jusran Hutauruk (36) warga Pasir Bidang dan Anto (35) warga Parombunan. Sementara, ABK yang masih dalam pencarian atas nama Togatorop Hutabarat (44), warga Lingkungan II Pagaran Sibuluan Indah Pandan.

Jenazah Eno yang pertama kali tiba di Sibolga melalui Pelabuhan ASP, Minggu (24/11) sekira pukul 07.00 WIB, yang dibawa oleh KMP Simeulue dari Pulau Telo. Disusul dengan 3 jenazah, Meti, Dar dan Suparman yang dibawa oleh KAL (Kapal Angkatan Laut) Mansalar melalui dermaga Lanal Sibolga sekira pukul 14.00 WIB.

Sejumlah keluarga ABK sebelumnya telah menunggu di Mako Lanal Sibolga. Mereka menanti kedatangan jenazah. Tangis histeris keluarga pun pecah setelah KAL Mansalar sandar dan menurunkan tiga kantong jenazah. Kondisi jenazah dikabarkan tidak lagi dapat dikenali karena kondisinya yang telah hancur terbakar.

Anto yang dikonfirmasi di dermaga Lanal Sibolga mengaku kejadian tersebut terjadi saat dia dan ABK lainnya sedang terlelap tidur.

Baca sebelumnya: Disambar Petir Kapal Tenggelam: 1 Tewas, 2 Selamat, 4 Belum Ditemukan

Tiba-tiba petir menyambar dan membakar kapal. Saat itu, Pakaiannya sempat terbakar, namun dia berhasil memadamkannya. Sementara, teman-temannya yang lain tidak dapat menyelamatkan diri karena telah terkepung api di dalam rumah-rumah kapal.

“Pas lagi tidur kami, kapal kami disambar petir. Bajuku pun sempat terbakar. Kulihat rumah-rumah kapal sudah penuh dengan api, kawan-kawan yang lain gak bisa menyelamatkan diri lagi. Kami berdua pun langsung melompat ke laut menyelamatkan diri,” kata Anto.

Menurutnya, saat itu dia tidak mampu berbuat apa-apa. Yang ada di benaknya hanya berusaha untuk bisa selamat dari api. “Gak tahu lagi aku bagaimana kondisi kapal itu. Yang kupikirkan saat itu, bagaimana bisa selamat saja. Gak ada lagi terpikir ke yang lain, fokus menyelamatkan diri sajalah” ketusnya.

Keempat jenazah dan dua ABK yang selamat kemudian dibawa ke rumah sakit. Kedua ABK yang selamat selanjutnya akan menjalani perawatan intensif. (ts)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close