Berita

Tidak Ingin Kerusuhan Mei 98 Terulang

FaseBerita.ID – Polda Jawa Timur telah menahan dan menetapkan Arif Kurniawan Radjasa sebagai tersangka kasus ujaran kebencian. Saat diperiksa polisi, pria yang akun Facebook (FB)-nya menggunakan nama Antonio Banerra itu mengaku mem-posting ujaran kebencian karena pengalaman kelam pada masa lalu. Namun, proses hukum tetap berjalan.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan, Arif mengaku tidak ada yang memengaruhinya untuk membuat posting-an bernuansa SARA tersebut. Termasuk ketika dirinya mencatut nama Jawa Pos National Network (JPNN) yang disebut sebagai perusahaan tempatnya bekerja.

Berdasar hasil penyidikan, Yusep menilai, Arif memiliki trauma yang cukup berat akibat kejadian masa lalu. Beberapa saudaranya di Surabaya menjadi korban. Termasuk orang tuanya. Bahkan, Arif mengaku ada saudaranya yang sampai kehilangan nyawa dan menjadi korban pemerkosaan.

Yusep mengungkapkan, peristiwa itu seakan menjadi mimpi buruk bagi tersangka yang kini berusia 36 tahun tersebut. Pikirannya selalu terganggu ingatan kelam itu. Sebab, Arif mengaku melihat langsung peristiwa tersebut saat masih berusia 15 tahun.

Baca juga: Catut Nama JPNN, Pria Ini Jadi Tersangka

Apakah tersangka menjadi tim sukses capres tertentu? Yusep belum bisa memastikan. Yang jelas, dari pengakuannya, Arif mengaku tidak pernah bersinggungan dengan politik. Baik partai maupun calon yang diusung. ”Jadi, (posting-an SARA, Red) murni dari pikirannya sendiri,” tegasnya.



Pascasarjana

Unefa
1 2Laman berikutnya
Back to top button