Berita

THL Kelurahan Aek Muara Pinang Kena OTT: Lurah Ngaku Tidak Terlibat

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Lurah Aek Muara Pinang Agus Situmeang membenarkan oknum berinisial MS, pegawai THL kelurahan yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh polisi adalah stafnya. Meski begitu Agus mengaku tidak terlibat dengan dugaan aksi pungli yang dilakukan bawahannya tersebut.

Hal itu diungkapkan Agus saat ditemui wartawan, kemarin, menyikapi OTT yang dilakukan polisi di halaman kantor Pencatatan Sipil (Capil) Sibolga, Senin (7/10/2019) lalu. Bahkan menurutnya, dugaan pungli tersebut dilakukan MS di luar dari kantor lurah.

“Iya memang THL di kantor Kelurahan Aek Muara Pinang, Sibolga Selatan. Kalau yang kasus itu, kalau pengurusan dokumen kan semua gak ada masalah. Hanya saja, kalau terkait OTT dia (MS) itu, adanya imbalan berupa uang atau pungutan, yang terjadi di luar sana, itu yang tanpa sepengetahuan kita. Dan kita gak pernah membenarkan yang seperti itu,” kata Agus.

Karena menurutnya, selama bertugas sebagai Pamong di Kelurahan tersebut, mantan staf kantor Capil Sibolga ini mengaku selalu menekankan seluruh stafnya untuk tidak melakukan pungli terhadap warga yang ingin mengurus administrasi kependudukan atau surat-surat lainnya. Karena sesuai ketentuannya, segala pengurusan telah digratiskan oleh pemerintah.

“Kalau itu, prosedur pengurusan segala administrasi kependudukan dan surat-surat lainnya bebas dari pungutan. Itu yang diterapkan di kantor kita. Bisa dicek itu, selama saya tugas di sana, kebetulan saya baru 3 minggu di sana. Saya paling sering briefing dengan anggota, saya sudah wanti-wanti, saya sudah bilang. Dan kebetulan saya dari Capil dulu. Itu segala pengurusan dokumen kependudukan itu, kita lakukan dengan cepat, prosedural dan tidak ada pungutan,” ungkapnya.

Hal tersebut juga, katanya, kerap disampaikan oleh Sekda Kota Sibolga M Yusuf Batubara padanya pasca kejadian OTT tersebut. “Sesuai instruksi Pak Sekda dan Pak Asisten, instruksi membriefing anggota. Kemarin saya sudah sampaikan di rapat internal kami, ada kita buat pakta integritas tertulis, bagaimana setiap orang, setiap staf di kantor kita itu tidak melakukan pungli. Tidak menerima imbalan dalam bentuk apapun. Nanti ditandatangani oleh seluruh staf,” pungkasnya.

Secara pribadi, masih kata Agus, dirinya sangat menyesalkan ulah salah seorang bawahannya tersebut.

“Sebenarnya secara pribadi saya sangat menyesalkan ini. Di saat kita ingin memperbaiki kualitas pelayanan kita, percepatan pelayanan dan prosedur pelayanan, ternyata ada kasus seperti ini. Memang ini di luar dugaan kita, dan kejadiannya pun di luar dari kantor kita, di dinas Capil,” ketusnya.

Agus mengimbau kepada seluruh warga Kelurahan Aek Muara Pinang agar melapor padanya, bila ada stafnya yang mencoba mempersulit pengurusan administrasi kependudukan atau surat lainnya.

“Yang berhubungan dengan pelayanan kantor lurah Aek muara pinang agar mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku, melengkapi segala persyaratan. Dan pengurusan tidak dipungut biaya, gratis. Prosedurnya cepat sepanjang persyaratannya lengkap dan prosedurnya dijalani. Apabila ada warga yang merasa dipersulit atau tidak terlayani dengan baik, bisa langsung menghubungi saya sebagai lurah. Atau bisa melalui seklur. Dan saya akan menindak tegas kalau ada staf yang mempersulit warga,” tegasnya.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Sibolga yang dihubungi via telepon selulernya, mengaku belum dapat memberikan keterangan terkait OTT tersebut. (ts/mis)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker