Berita

Tewasnya Sepasang Remaja Korban Lakalantas: ‘Paulina Pinjam Kreta untuk Ambil Jaket’

SIANTAR, FaseBerita.ID – Kepergian Paulina Saragih akibat kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) tunggal di Kabupaten Simalungun, Sabtu (14/9/2019) malam meninggalkan duka yang cukup mendalam bagi keluarga besar SMA Negeri 6 Pematangsiantar.

Saat acara pemakaman, Senin (16/9/2019), anggota Paskibra dari SMAN 6 Pematangsiantar ditugaskan mengangkat peti jenazah dari rumah duka di Jalan Sibatu-batu, Kelurahan Gurilla, Siantar Sitalasari.

Di rumah duka, ratusan siswa SMAN 6 dan para guru melayat. Mereka bersedih atas kepergian Paulina.

Deby, teman sekelas Paulina mengatakan korban merupakan anak yang baik dan aktif di organisasi.

“Kami merasa sangat kehilangan. Setiap jumpa ia ramah, dan tak pilih kawan. Siapapun selalu disapanya,”  terang Deby. Karena rajin dan pintar, Paulina meraih juara sejak kelas X.

Sementara itu, Reni br Siagian (37) selaku wali kelas Paulina mengatakan muridnya itu penurut dan tidak pernah melawan guru.  Reni membenarkan Paulina hobi berkemah dan aktif sebagai anggota Paskibra.

Sedangkan Wakil Kepala SMAN 6 Pematangsiantar Simon Tarigan menerangkan, Sabtu (14/9/2019) sekira pukul 16.00 WIB, Paulina datang ke sekolah. Kebetulan di sekolah ada kegiatan perkemahan. Tak lama, Paulina permisi dengan alasan hendak mengambli jaket ke rumah. Bahkan Paulina meminjam kreta (sepedamotor) milik adik kelasnya.

“Setelah ditunggu berjam-jam, Paulina tidak muncul. Padahal katanya hanya mengambil jaket. Kami telepon, tapi tidak diangkat,” terang Simon.

Barulah, sekira pukul 19.00 WIB, telepon diangkat. Namun yang mengangkat orang lain, bukan Paulina. Yang mengangkat telepon mengatakan, Paulina dan temannya mengalami kecelakaan lalu-lintas.

Baca juga: Kecelakaan di Perjalanan Menuju Paropo: Sepasang Remaja Meninggal Dunia

“Setelah mendapat kabar, kami langsung mengabari orangtuanya perihal kejadian tersebut. Orangtuanya tentu saja terkejut,” kata Simon yang mengaku pihak sekolah sangat berduka.

Simon menambahkan, Togo dan Paulina tergabung dalam komunitas pecinta alam. Saat kejadian, teman-teman mereka sudah berangkat duluan menggunakan bus ke Paropo. Sehingga Paulina dan Togo menyusul menggunakan sepedamotor.

Paulina dan teman prianya Togo Fernando Simanjuntak warga Jalan Ahmad Yani Pematangsiantar berboncengan sepedamotor dengan tujuan Bukit Paropo. Namun di Jalan Umum Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, sepedamotor yang dikendarai Togo terselip, menabrak tembok parit, dan keduanya terjatuh hingga meninggal dunia. (ros/pra)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close