Berita

Tes PPPK: Passing Grade Kumulatif 65

FaseBerita.ID – Tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I yang digelar kemarin dan hari ini (24/2) diikuti 73.495 peserta. Mereka harus menyelesaikan 100 soal ujian dalam waktu 120 menit.

Seleksi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara berbasis komputer. Materi tes terdiri dari tiga sub tes.

”Rinciannya, 40 soal kompetensi manajerial, 40 soal kompetensi teknis, 10 soal kompetensi sosio-kultural, dan 10 soal wawancara,” terang Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara Mohammad Ridwan.

Adapun nilai maksimal pada masing-masing sub tes. Skor 40 untuk kompetensi manajerial dengan nilai 1 jika jawaban benar dan 0 jika salah.

Kompetensi teknis memiliki skor maksimal tertinggi dengan 120 poin. Jawaban benar bernilai 3 poin dan 0 jika salah. Kemudian, kompetensi sosio-kultural sebanyak 20 poin dengan nilai 2 jika benar dan 0 jika salah.

Sementara itu, wawancara berbasis komputer memiliki skor maksimal 30 poin dengan nilai 3 atau 2 atau 1 untuk jawaban yang diberikan dan 0 jika tidak menjawab. Panitia menerapkan passing grade sebagai standar minimal kelulusan.

”Passing grade sifatnya kumulatif. Yakni, nilai gabungan kompetensi manajerial, sosio kultural dan teknis minimal 65 poin. Sedangkan, nilai wawancara minimal 15 poin,” beber Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Mudzakir.

Dalam Pasal 7 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi PPPK untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh Pertanian disebutkan, peserta dinyatakan memenuhi nilai ambang batas kumulatif apabila memenuhi nilai seleksi kompetensi (teknis, manajerial, dan sosial kultural) paling rendah 65. Dan nilai seleksi kompetensi teknis paling rendah 42.

Hal tersebut nantinya untuk menentukan ambang batas dan pemeringkatan peserta. Sekaligus menyesuaikan jumlah peserta yang diterima dengan jumlah dan jenis jabatan yang dibutuhkan.

Rangkaian seleksi tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi peserta dengan standar kompetensi jabatan yang dituju. Plus, mempertimbangkan integritas dan moralitas sebagai bahan penetapan hasil seleksi.

Selain itu, panitia juga melakukan tes fisik, psikologi, dan kesehatan jiwa. Hal tersebut sesuai pasal 19-27 Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang manajemen PPPK. Pada tes tahap I hanya membuka formasi guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian. (han)

Tags

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close